
Pengusaha terkemuka Indonesia, Sandiaga Uno, sedang menggodok rencana besar untuk membawa sejumlah perusahaan yang berada di bawah naungannya ke lantai bursa efek melalui skema Initial Public Offering (IPO). Proyeksi ini mencakup entitas-entitas yang telah dikenal luas seperti klinik kecantikan ZAP, jaringan restoran Misoa Story, dan operator hotel kapsul inovatif, Bobobox. Langkah strategis ini diharapkan dapat terealisasi dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, menandakan periode pertumbuhan signifikan bagi portofolio investasinya.
Detail Ambisius Sandiaga Uno untuk IPO Perusahaan Binaannya
Pada hari Senin yang cerah, tanggal 25 Agustus 2025, di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Recapital Asset Management bertempat di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Sandiaga Uno, figur kunci di balik PT Recapital Asset Management dan pemilik PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), mengungkapkan visinya yang ambisius. Ia secara eksplisit menyebut beberapa nama perusahaan yang berpotensi melantai di bursa, di antaranya adalah ZAP Clinic, The Misoa Story, dan Bobobox. Sandiaga menyatakan keyakinannya terhadap prospek cemerlang sektor-sektor ini, terutama klinik kecantikan yang menurutnya akan terus menunjukkan pertumbuhan pesat.
Tidak hanya ZAP Clinic, The Misoa Story, sebuah jaringan restoran yang telah sukses membuka cabang kesepuluh di Plaza Semanggi pada hari yang sama, juga menjadi kandidat kuat untuk IPO. Demikian pula dengan Bobobox, yang dengan pesat mengelola sejumlah properti hotel kapsul yang sangat menarik bagi wisatawan. Sandiaga melihat potensi besar bagi Bobobox untuk menjadi pemain penting di industri pariwisata dan pada akhirnya dapat bergabung dengan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Pengumuman ini sejalan dengan dinamika pasar modal Indonesia. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, pada tanggal 8 Agustus 2025, menginformasikan bahwa tujuh perusahaan lain juga sedang dalam antrean untuk melakukan IPO. Hingga tanggal tersebut, sudah ada 22 perusahaan yang berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai angka fantastis Rp 10,39 triliun. Di antara perusahaan-perusahaan yang baru-baru ini melantai di bursa adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI), dan PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Dari tujuh perusahaan yang masuk daftar tunggu, tiga di antaranya merupakan entitas berskala besar dengan aset di atas Rp250 miliar, sementara empat lainnya adalah perusahaan menengah dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Perkembangan ini menggarisbawahi semangat positif di pasar modal Indonesia, di mana semakin banyak perusahaan, baik yang mapan maupun yang sedang berkembang, berupaya memanfaatkan potensi pasar modal untuk pertumbuhan dan ekspansi bisnis mereka.
Melihat geliat IPO yang akan datang dari entitas-entitas yang didukung oleh Sandiaga Uno, saya terinspirasi oleh semangat kewirausahaan dan visi jangka panjang yang diusungnya. Keputusan untuk membawa perusahaan-perusahaan seperti ZAP Clinic, Misoa Story, dan Bobobox ke pasar saham bukan hanya tentang mencari modal, tetapi juga tentang memberikan peluang kepada publik untuk menjadi bagian dari kisah sukses mereka. Ini mencerminkan kepercayaan pada potensi pertumbuhan domestik dan kesediaan untuk berbagi kesuksesan. Bagi para pengusaha muda, ini adalah pengingat bahwa dengan inovasi dan strategi yang tepat, setiap bisnis memiliki potensi untuk berkembang dan menarik perhatian investor di pasar modal yang dinamis.
