
Haji Isam, seorang pebisnis sukses yang bernama asli Samsudin Andi Arsyad, belakangan ini menjadi sorotan publik. Namanya mencuat setelah ia menerima penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah seremoni penting yang bertepatan dengan perayaan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI. Dulu, ia dikenal sebagai pengusaha terkemuka di Kalimantan Selatan, namun kini reputasinya telah mencapai skala nasional, bahkan sejajar dengan tokoh-tokoh bisnis terkemuka seperti Franky Oesman Wijaya dari Sinar Mas Group.
Kehadiran Haji Isam di berbagai acara penting, seperti peluncuran dana abadi RI Danantara, serta pertemuannya dengan konglomerat papan atas Indonesia seperti Sugianto Kusuma, Anthony Salim, James Riady, Hilmi Panigoro, Prajogo Pangestu, dan Tomy Winata, menunjukkan pengaruhnya yang semakin besar. Tak hanya itu, ia bahkan ikut mendampingi Prabowo dalam kunjungan ke Bill Gates, pendiri Microsoft, mengukuhkan posisinya di kancah global. Pertumbuhan pesat kekayaan Haji Isam ini, meskipun tergolong sebagai orang kaya baru, didorong oleh ekspansi bisnisnya ke berbagai sektor dan keberhasilannya membawa perusahaannya melantai di Bursa Efek Indonesia.
Kekayaan Haji Isam dan keluarganya terus bertambah, terutama setelah saham perusahaannya di bursa efek mengalami kenaikan signifikan. Awal mula kesuksesannya dapat ditelusuri kembali ke tahun 2001, ketika ia belajar dari Johan Maulana dalam mengelola pertambangan batu bara. Setelah itu, melalui Jhonlin Baratama, ia menjadi kontraktor pelaksana untuk PT Arutmin Indonesia, anak usaha Bumi Resources. Selain pertambangan, kerajaan bisnisnya kini meliputi penerbangan (Jhonlin Air Transport), logistik dan perkapalan (Jhonlin Marine), serta biodiesel (Jhonlin Agromandiri). Bahkan, ia telah merambah sektor gula dengan pabrik terintegrasi di Sulawesi Tenggara yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Tak hanya Haji Isam, kekayaan anak-anaknya, Liana Saputri dan Jhony Saputra, juga meroket, terutama dari kepemilikan saham di PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), menunjukkan bahwa kepiawaian bisnis mengalir dalam keluarga ini. Total kekayaan mereka yang tercatat di perusahaan publik saja mencapai sekitar Rp 14,16 triliun, belum termasuk aset di perusahaan non-publik.
Perjalanan Haji Isam dari pengusaha lokal menjadi figur nasional dan global dengan kekayaan yang terus bertumbuh pesat adalah cerminan dari semangat kewirausahaan dan kegigihan. Kisahnya menginspirasi bahwa dengan visi yang kuat, kerja keras, dan keberanian mengambil risiko, seseorang dapat mencapai puncak kesuksesan dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian negara. Perkembangan bisnisnya yang merambah berbagai sektor, dari pertambangan hingga agribisnis, menunjukkan kemampuan adaptasi dan inovasi yang luar biasa, menjadi teladan bagi para pelaku usaha lainnya untuk terus berkreasi dan berekspansi demi kemajuan bersama.
