
Optimisme Pasar Meningkat: Sinyal Kebijakan The Fed Dorong Pergerakan Positif IHSG dan Rupiah!
Performa Gemilang Indeks Saham Gabungan Hari Ini
Pada hari ini, pasar saham Indonesia menunjukkan kinerja yang membanggakan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan dengan kenaikan impresif, tercatat menguat 0,87% atau sebesar 68 poin, mencapai level 7.926,91. Angka ini membawa IHSG semakin dekat ke rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarahnya, yakni 7.943, dan mendekati ambang psikologis 8.000. Sebagian besar sektor perdagangan mencatat pertumbuhan positif, dengan sektor konsumen non-primer dan utilitas menjadi motor utama penguatan ini.
Saham-Saham Penggerak Utama IHSG
Beberapa emiten besar berperan vital dalam mendongkrak performa IHSG. Saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menjadi kontributor terbesar dengan kenaikan 2,68% ke harga Rp 4.210 per saham, menyumbang 18 poin terhadap indeks. Selain BBRI, saham-saham seperti BREN, EMTK, TLKM, dan BMRI juga turut memberikan dorongan signifikan. Namun, tidak semua saham bergerak positif; DCII tercatat sebagai salah satu saham yang memberikan tekanan pada kinerja IHSG hari ini.
Pengaruh Kebijakan The Federal Reserve terhadap Pasar
Pergerakan positif indeks saham Indonesia tidak terlepas dari isyarat kebijakan moneter dari The Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat. Ketua The Fed, Jerome Powell, mengindikasikan potensi pemangkasan suku bunga di masa mendatang, meskipun tanpa memberikan jadwal pasti. Kabar ini disambut baik oleh pasar keuangan global, termasuk Indonesia, mengingat pengaruh besar The Fed terhadap kondisi pasar. Pemangkasan suku bunga AS berpotensi memicu aliran modal kembali ke negara-negara berkembang seperti Indonesia, yang pada gilirannya dapat memperkuat IHSG dan nilai tukar rupiah.
Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed bagi Indonesia
Implikasi dari sinyal pemangkasan suku bunga The Fed sangat positif bagi perekonomian Indonesia. Jika The Fed merealisasikan pemangkasan tersebut, akan ada potensi pergeseran dana dari aset-aset AS, yang bisa mengalir ke pasar Indonesia. Hal ini tidak hanya akan memperkuat IHSG, tetapi juga meningkatkan nilai tukar rupiah. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian di pasar global, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dunia yang lebih cepat. Bagi Bank Indonesia, pemangkasan suku bunga oleh The Fed akan memberikan ruang gerak lebih besar untuk menyesuaikan kebijakan suku bunga dalam negeri.
Apresiasi Rupiah Terhadap Dolar AS
Selain sentimen dari The Fed, penguatan IHSG juga didukung oleh apresiasi mata uang rupiah terhadap dolar AS. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka menguat 0,64% ke level Rp16.230 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Senin (25/8/2025). Penguatan rupiah ini sejalan dengan pernyataan dovish dari Jerome Powell pada Simposium Jackson Hole yang diadakan pada Jumat (22/8/2025), memperkuat keyakinan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
