Pernikahan Jeff Bezos di Venesia Dihadang Protes, Lokasi Dipindah ke Kawasan Terlindung

Jeff Bezos, pendiri Amazon, memutuskan untuk mengubah lokasi resepsi pernikahannya dengan Lauren Sánchez dari Scuola Grande della Misericordia ke kompleks Arsenale di Venesia akibat tekanan dari kelompok aktivis. Keputusan ini diambil setelah ancaman aksi protes besar-besaran yang melibatkan penggunaan buaya karet raksasa di kanal sekitar lokasi awal. Selain itu, alasan keamanan internasional pasca-keterlibatan AS dalam konflik Iran-Israel turut memengaruhi perpindahan lokasi. Sekitar 200 tamu terkenal seperti Elon Musk, Kim Kardashian, dan Leonardo DiCaprio direncanakan akan hadir, dengan puluhan jet pribadi mendarat di bandara setempat.

Kontroversi dimulai ketika Wali Kota Venesia Luigi Brugnaro mengumumkan bahwa Jeff Bezos akan menggelar pernikahan megah di kota bersejarah tersebut. Banyak warga menentang karena merasa acara semacam ini memperlihatkan jurang ketimpangan sosial yang semakin lebar. Mereka khawatir Venesia hanya akan menjadi arena eksklusif bagi kalangan elit dunia, mengabaikan hak-hak warga lokal. Kelompok “No Space for Bezos” bahkan menyelenggarakan kampanye kreatif dengan ancaman melepaskan buaya plastik besar di kanal-kanal untuk mengganggu jalannya acara.

Selain protes langsung, spanduk besar bertuliskan sindiran terhadap Bezos juga terpampang di Lapangan Santo Markus. Salah satunya menampilkan gambar Bezos sambil menulis pesan keras: “Kalau kamu bisa sewa Venesia buat nikahan, kamu bisa bayar pajak lebih.” Greenpeace Italia serta kelompok “Everyone Hates Elon” turut ambil bagian dalam penolakan, menjadikan momen ini sebagai simbol perlawanan atas ketidakadilan ekonomi dan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh gaya hidup para miliarder.

Meski menghadapi banyak penolakan, penyelenggaraan pesta tetap dilanjutkan dengan lokasi baru yang lebih aman dan terlindung. Pemindahan acara ke kompleks Arsenale dianggap sebagai bentuk antisipasi terhadap gangguan eksternal. Namun, hal ini justru dianggap oleh aktivis sebagai kemenangan moral atas upaya mereka menentang dominasi elit global di ruang publik. Meskipun Wali Kota Venesia menyatakan dukungan terhadap kehadiran tokoh-tokoh kaya, desa kecil Soàve justru menawarkan alternatif lokasi pernikahan sebagai respons unik terhadap situasi yang penuh kontroversi ini.