Investor Asing Jual Saham di Tengah Kenaikan IHSG: VICO, ADRO, dan BBCA Paling Terdampak

Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan signifikan, investor asing justru memilih untuk melepaskan sejumlah besar kepemilikan saham mereka. Fenomena ini menciptakan dinamika menarik di pasar modal, di mana kenaikan indeks tidak serta-merta diiringi dengan sentimen beli dari investor global. Saham-saham di berbagai sektor menjadi sasaran penjualan bersih ini, dengan beberapa perusahaan mencatatkan nilai transaksi pelepasan yang cukup substansial. Ini menunjukkan adanya perbedaan strategi atau pandangan antara investor domestik dan asing terkait prospek pasar dalam jangka pendek, atau mungkin sebagai respons terhadap faktor-faktor eksternal yang memengaruhi keputusan investasi mereka.

Pada perdagangan yang berlangsung pada 25 Agustus 2025, tercatat sejumlah saham mengalami aksi jual bersih oleh investor asing. Salah satu saham yang paling banyak dilepas adalah PT Victoria Investama Tbk (VICO), dengan nilai mencapai Rp 362,7 miliar. Selain VICO, saham-saham dari sektor energi dan perbankan juga turut menjadi target penjualan oleh investor asing. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), yang bergerak di sektor energi, dilepas sebesar Rp 113,6 miliar, sementara PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), salah satu raksasa perbankan di Indonesia, mengalami penjualan bersih senilai Rp 91 miliar. Ini mengindikasikan bahwa investor asing mungkin mengambil keuntungan dari kenaikan pasar atau melakukan diversifikasi portofolio mereka.

Tidak hanya terbatas pada sektor keuangan dan energi, beberapa saham dari sektor lain juga menjadi sasaran divestasi oleh investor asing. Misalnya, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dilepas sebesar Rp 78,6 miliar, dan PT WIR Asia Tbk (WIRG) juga mengalami penjualan sebesar Rp 73 miliar. Bahkan, saham dari sektor kesehatan, yaitu PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), turut dilepas senilai Rp 58,3 miliar. Daftar 10 saham dengan penjualan bersih terbesar oleh asing juga mencakup PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dengan Rp 81,6 miliar, PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) sebesar Rp 57,5 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) senilai Rp 49,4 miliar, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sebesar Rp 31,8 miliar.

Di sisi lain, IHSG berhasil menutup perdagangan kemarin, Senin (25/8/2025), dengan kenaikan yang cukup impresif, yaitu sebesar 68 poin atau 0,87%, mencapai level 7.926,91. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi salah satu motor utama penguatan IHSG, dengan kenaikan 2,68% menjadi Rp 4.210 per saham, menyumbang 18 indeks poin. Kenaikan IHSG ini didorong oleh sinyal pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), yang disampaikan oleh Ketua Jerome Powell. Kebijakan The Fed selalu memiliki dampak signifikan terhadap kondisi pasar keuangan global, termasuk Indonesia, sehingga ekspektasi penurunan suku bunga seringkali memicu sentimen positif di pasar saham.

Secara keseluruhan, meskipun IHSG mengalami peningkatan yang solid, aktivitas penjualan bersih oleh investor asing menunjukkan adanya dinamika pasar yang kompleks. Keputusan divestasi ini mungkin merupakan strategi untuk merealisasikan keuntungan atau untuk menyesuaikan portofolio dengan proyeksi ekonomi makro global, terutama terkait dengan kebijakan moneter The Fed. Hal ini menyoroti perlunya pemahaman mendalam terhadap berbagai faktor yang memengaruhi pergerakan pasar saham, baik dari sisi fundamental perusahaan maupun sentimen global.