
Pasar modal Indonesia sedang mengalami periode keemasan, ditandai dengan kinerja gemilang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus menanjak mendekati angka psikologis 8.000. Fenomena ini tidak terlepas dari masuknya modal asing dalam jumlah besar yang memberikan dorongan signifikan. Optimisme menyelimuti bursa saham menjelang peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-80, menunjukkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.
Gelombang pembelian saham oleh investor internasional menjadi pendorong utama lonjakan IHSG, yang telah memecahkan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Pergerakan positif ini juga tercermin dari volume transaksi yang tinggi serta dominasi sektor-sektor tertentu dalam menarik perhatian global. Data menunjukkan bahwa saham-saham unggulan di Indonesia menjadi sasaran utama akumulasi oleh pemodal dari luar negeri, menandakan potensi pertumbuhan yang menjanjikan.
Dominasi Investor Global di Pasar Saham Domestik
Dalam beberapa waktu terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang sangat mengesankan, bergerak menuju pencapaian historis 8.000 poin, sebuah momentum yang bertepatan dengan perayaan HUT kemerdekaan Indonesia yang ke-80. Kekuatan pendorong utama di balik tren positif ini adalah arus modal asing yang terus mengalir masuk ke pasar saham Tanah Air. Antusiasme investor luar negeri terlihat jelas dari peningkatan aktivitas beli bersih yang signifikan, memicu lonjakan nilai transaksi harian.
Pada perdagangan terakhir, IHSG berhasil mencapai level penutupan tertinggi sepanjang sejarahnya di 7.931,25, menandai kenaikan 0,43% atau 38,34 poin. Bahkan, indeks sempat menyentuh puncaknya di 7.973,98. Rekor penutupan sebelumnya tercatat pada 19 September 2024 di 7.905,39, sementara rekor intraday sebelumnya di 7.910,56 terjadi pada tanggal yang sama. Dari total saham yang diperdagangkan, 345 saham mengalami apresiasi, 282 terkoreksi, dan 171 lainnya stabil. Volume transaksi tercatat sangat ramai, mencapai 18,68 triliun rupiah melibatkan 42 miliar saham dalam 2,14 juta kali transaksi.
Saham-Saham Primadona Pilihan Investor Asing
Penguatan IHSG yang luar biasa ini secara khusus didukung oleh sektor-sektor tertentu, dengan teknologi, energi, dan utilitas memimpin kenaikan. Hampir seluruh sektor mencatatkan penguatan, kecuali sektor keuangan dan properti yang mengalami koreksi minor. Fenomena ini menunjukkan adanya preferensi investor terhadap segmen pasar yang memiliki prospek pertumbuhan kuat dan ketahanan di tengah dinamika ekonomi global.
Dalam empat hari perdagangan terakhir, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar 5,4 triliun rupiah, dengan pembelian bersih pada Kamis (14/8/2025) mencapai 827,4 miliar rupiah. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi yang paling diburu, menopang kenaikan saham tersebut sebesar 1,79% ke level 3.420. Selain TLKM, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga menjadi incaran dengan pembelian bersih 264 miliar rupiah. Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turut diborong masing-masing senilai 130,5 miliar rupiah dan 112,8 miliar rupiah. Daftar 10 saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada Kamis (14/8/2025) meliputi TLKM (Rp 369,5 miliar), BBRI (Rp 264 miliar), WIFI (Rp 130,5 miliar), BREN (Rp 112,8 miliar), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (Rp 74,2 miliar), PT Wir Asia Tbk (WIRG) (Rp 63,9 miliar), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) (Rp 47,5 miliar), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) (Rp 46,8 miliar), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) (Rp 36,9 miliar), dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) (Rp 30 miliar).
