Indospring Mengakhiri Bisnis Peralatan Pertanian Setelah Lima Tahun Merugi

PT Indospring Tbk. (INDS), sebuah entitas bisnis terkemuka di pasar saham, telah membuat keputusan strategis yang signifikan terkait dengan salah satu lini usahanya. Artikel ini akan mengulas secara mendalam alasan di balik langkah tersebut, dampak finansial yang terjadi, serta arah baru yang akan diambil oleh perusahaan demi keberlanjutan bisnis di masa mendatang.

Perubahan Arah Bisnis Indospring: Strategi Baru Pasca Kerugian Beruntun

Latar Belakang Penghentian Operasi Peralatan Pertanian

PT Indospring Tbk. (INDS) telah mengambil keputusan penting untuk menghentikan operasional dalam divisi peralatan pertanian, sebuah langkah yang diumumkan menyusul periode kerugian berkelanjutan. Anak perusahaan yang bertanggung jawab atas segmen ini, PT Indobaja Primamurni (IBPM), telah mencatat kerugian selama lima tahun berturut-turut, dari tahun 2020 hingga 2024. Penurunan permintaan pasar yang terus-menerus di sektor ini menjadi pemicu utama di balik keputusan strategis ini.

Dampak Finansial terhadap Konsolidasi Perusahaan

Meskipun penghentian operasional ini merupakan langkah besar, manajemen Indospring menegaskan bahwa dampaknya terhadap keuangan konsolidasi perusahaan tidak akan signifikan. Pendapatan yang dihasilkan oleh PT Indobaja Primamurni pada tahun 2024 hanya mencapai sekitar 0,30% dari total pendapatan konsolidasi Indospring. Ini menunjukkan bahwa kontribusi segmen bisnis alat pertanian terhadap keseluruhan performa keuangan perusahaan sangat kecil.

Penjualan Aset dan Keuntungan Dividen

Dalam proses restrukturisasi ini, Indospring akan menjual aset-aset yang tidak lagi digunakan dalam operasional IBPM, khususnya mesin dan peralatan yang sudah tidak efisien. Selain itu, perusahaan juga mengantisipasi penerimaan dividen substansial sebesar Rp 25.331.250.000 dari IBPM, yang mencerminkan 96,5% dari kepemilikan saham Indospring. Pembayaran dividen ini diharapkan paling lambat pada akhir Oktober 2025.

Perubahan Fokus Bisnis Anak Perusahaan

Ke depan, PT Indobaja Primamurni akan mengalami perubahan fundamental dalam tujuan dan lingkup kegiatan usahanya. Anak perusahaan ini akan beralih fokus ke sektor penyewaan properti, termasuk tanah dan bangunan non-hunian, khususnya di bidang real estat yang dimiliki atau disewa. Perubahan orientasi bisnis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan konsolidasi Indospring di masa mendatang, membuka peluang baru di sektor yang lebih stabil dan menguntungkan.

Prospek Masa Depan dan Keberlanjutan Perusahaan

Meskipun ada proyeksi penurunan pendapatan konsolidasi sekitar 0,3% pada tahun 2025 akibat penghentian ini, dampak negatifnya akan dimitigasi oleh penerimaan kas dari penjualan aset. Dana yang diperoleh dari dividen dan penjualan aset ini akan dialokasikan sebagai modal kerja, memperkuat likuiditas perusahaan. Strategi ini mencerminkan komitmen Indospring untuk terus beradaptasi dengan dinamika pasar, memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan jangka panjang.