Bank Indonesia Berkomitmen Menjaga Stabilitas Rupiah di Tengah Gejolak Pasar

Bank Indonesia (BI) menyatakan tekadnya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian sosial dan politik yang melanda negeri. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa lembaga tersebut akan terus bekerja keras untuk mendorong penguatan mata uang garuda, bahkan menargetkan posisi di bawah Rp16.300 per dolar AS.

Dalam sesi rapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada hari Selasa (2/9/2025), Gubernur Warjiyo menyampaikan bahwa meskipun rupiah sempat menyentuh level Rp16.560, BI berhasil menstabilkan nilainya kembali ke Rp16.400. Komitmen untuk terus menekan angka tersebut menjadi Rp16.300 dan bahkan lebih rendah lagi merupakan bagian dari strategi menjaga kondisi moneter dan pasar keuangan tetap kondusif. Penguatan ini menjadi krusial di tengah gejolak pasar yang berpotensi memengaruhi perekonomian nasional.

Data dari Refinitiv menunjukkan bahwa pada Selasa pagi, rupiah sempat mengalami pelemahan tipis sebesar 0,08% ke posisi Rp16.420 per dolar AS. Namun, keberhasilan rupiah ditutup menguat 0,45% pada perdagangan sebelumnya, Senin (1/9/2025), di level Rp16.410 per dolar AS, mengindikasikan efektivitas intervensi BI dalam menjaga nilai tukar. Upaya berkelanjutan Bank Indonesia ini diharapkan dapat memberikan sentimen positif dan keyakinan bagi pelaku pasar serta masyarakat luas.

Langkah-langkah strategis yang diambil Bank Indonesia untuk memperkuat rupiah dan menjaga stabilitas pasar keuangan adalah cerminan dari komitmen teguh terhadap ketahanan ekonomi nasional. Dengan dedikasi ini, Indonesia berpotensi menghadapi tantangan global dan domestik dengan fondasi ekonomi yang lebih kuat, membawa harapan akan masa depan yang lebih cerah dan sejahtera bagi seluruh rakyat.