
Situasi politik di Jakarta dengan adanya gelombang demonstrasi telah memberikan dampak langsung dan signifikan terhadap kinerja pasar modal Indonesia. Pada pembukaan perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pelemahan tajam, bahkan sempat merosot hingga 2,04% ke level 7.790. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pergerakan massa ojek online yang melakukan aksi protes ke sejumlah lokasi penting, menunjukkan adanya korelasi antara stabilitas sosial-politik dan sentimen pasar.
Pihak berwenang dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, Inarno Djajadi, mengonfirmasi bahwa aksi unjuk rasa memang menjadi perhatian serius bagi pelaku pasar. Gejolak ini berdampak langsung pada psikologi investor, yang pada gilirannya memengaruhi keputusan investasi dan pergerakan modal di pasar saham. Analis dari Infovesta Kapital Advisori, Arjun Ajwani, serta Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, sependapat bahwa demonstrasi dapat mengubah \"mood\" investor, menghambat aliran modal asing, dan menciptakan ketidakpastian politik yang merugikan. Selain itu, momentum kenaikan IHSG yang sebelumnya terlihat kuat kini mulai meredup, terutama setelah gagal bertahan di level psikologis 8.000, mengindikasikan potensi koreksi teknis. Faktor lain seperti pelemahan nilai tukar rupiah dan arus keluar dana asing, meskipun tipis, turut memperburuk kondisi pasar.
Para ahli pasar memproyeksikan bahwa tekanan terhadap IHSG kemungkinan akan berlanjut, mengingat adanya pola historis di mana bulan September cenderung menjadi periode bearish bagi pasar saham. Jika IHSG tidak mampu bertahan di level 7.900 dan terus meluncur di bawah 7.800, tren pasar dapat berbalik arah menjadi bearish secara keseluruhan. Kondisi politik dan keamanan domestik yang fluktuatif dipercaya menjadi pemicu utama pelemahan ini, dan investor diharapkan untuk tetap waspada terhadap perkembangan selanjutnya.
Kondisi pasar modal yang bergejolak akibat faktor eksternal seperti demonstrasi mengingatkan kita akan pentingnya stabilitas dan ketertiban dalam sebuah negara. Gejolak sosial dan politik, sekecil apa pun, dapat memengaruhi kepercayaan investor dan pada akhirnya berdampak pada perekonomian secara luas. Oleh karena itu, menjaga perdamaian, mengedepankan dialog, dan mencari solusi konstruktif untuk setiap permasalahan adalah kunci utama dalam memastikan iklim investasi yang kondusif dan masa depan ekonomi yang lebih cerah bagi semua pihak.
