
Berkshire Hathaway, entitas investasi yang dipimpin oleh investor legendaris Warren Buffett, telah mengukuhkan posisinya di pasar Jepang dengan meningkatkan sahamnya pada dua konglomerat dagang terkemuka, Mitsubishi dan Mitsui & Co. Keputusan ini menggarisbawahi kepercayaan yang tak tergoyahkan terhadap prospek bisnis perusahaan-perusahaan tersebut dan ekonomi Jepang secara keseluruhan. Pasar menunjukkan respons positif, dengan harga saham kedua perusahaan melonjak setelah berita ini tersebar, menandakan antusiasme investor terhadap pergerakan strategis dari \"Oracle of Omaha\" tersebut.
Berkshire Hathaway Mengukuhkan Kepercayaan pada Raksasa Dagang Jepang
Di jantung ibukota Jakarta yang dinamis, berita tentang peningkatan kepemilikan saham Berkshire Hathaway di Mitsubishi dan Mitsui & Co. menggema pada hari Jumat, 29 Agustus 2025. Perusahaan investasi yang didirikan oleh Warren Buffett ini secara resmi meningkatkan sahamnya di Mitsubishi menjadi 10,23%, menandai lonjakan yang signifikan dari 9,74% yang tercatat pada bulan Maret sebelumnya. Secara paralel, Mitsui juga mengumumkan bahwa Berkshire telah memperbesar porsi kepemilikannya di perusahaan mereka.
Juru bicara Mitsui, dengan nada optimis, menyatakan, \"Kami menganggap akuisisi tambahan ini sebagai indikasi keyakinan dan kepercayaan yang berkelanjutan dari perusahaan terhadap fundamental kami, dan kami akan terus memperkuat portofolio bisnis kami.\" Mereka menambahkan bahwa, meskipun terjadi peningkatan, kepemilikan Berkshire tetap di bawah ambang batas 10% dalam hal hak suara, di mana sebelumnya tercatat 9,82% pada bulan Maret.
Begitu pasar Tokyo dibuka kembali setelah jeda siang hari, saham Mitsubishi langsung melonjak tajam hingga 2,9%, mencapai level tertinggi dalam tiga minggu terakhir, sementara Mitsui mengikuti dengan kenaikan 1,8%. Lonjakan ini tidak hanya mencerminkan reaksi langsung pasar terhadap berita investasi Buffett, tetapi juga menegaskan kembali daya tarik perusahaan-perusahaan dagang Jepang di mata investor global. Mereka telah memfokuskan strategi pada peningkatan imbal hasil bagi pemegang saham, menjadikannya katalisator jangka panjang yang menarik di tengah lanskap geopolitik yang tidak pasti.
Sejak tahun 2020, Berkshire Hathaway telah memegang saham di kelima perusahaan dagang terbesar di Jepang, termasuk Marubeni, Itochu, dan Sumitomo, yang memiliki diversifikasi bisnis yang luas, mulai dari produksi minyak dan gas hingga budidaya salmon dan jaringan toko swalayan. Kehadiran Berkshire yang berkelanjutan telah menarik kembali perhatian terhadap saham-saham seperti Mitsui, seperti yang diungkapkan oleh Norikazu Shimizu, seorang analis di Iwai Cosmo Securities. Ia menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan ini menjadi \"lebih proaktif\" dalam meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham melalui berbagai inisiatif, termasuk pembelian kembali saham.
Meskipun Berkshire awalnya berencana untuk menjaga kepemilikan saham di bawah 10%, perusahaan-perusahaan Jepang telah menyetujui pelonggaran batas kepemilikan ini \"secara moderat,\" sebagaimana dijelaskan dalam surat investor tahunan Buffett pada bulan Februari. Dokumen-dokumen dari Komisi Pengaturan Energi Federal juga mengonfirmasi bahwa Berkshire Hathaway telah mengajukan permohonan persetujuan untuk membeli saham tambahan pada awal Mei, yang kemudian disahkan pada awal bulan ini.
Ketika dikonfirmasi, juru bicara Itochu menyatakan bahwa meskipun perusahaan belum dapat mengonfirmasi pembelian saham tambahan secara spesifik, mereka memahami bahwa seiring waktu, rasio kepemilikan saham pada akhirnya akan diselaraskan dengan yang lain, mencapai sekitar 10%. Sementara itu, juru bicara Sumitomo masih belum dapat mengonfirmasi apakah kepemilikan Berkshire Hathaway telah melebihi 10%, dan Marubeni menolak untuk memberikan komentar.
Investasi Warren Buffett di perusahaan-perusahaan Jepang ini tidak hanya sekadar transaksi finansial; ini adalah sebuah pernyataan keyakinan yang mendalam terhadap nilai-nilai fundamental dan ketahanan ekonomi Jepang. Dari sudut pandang seorang pengamat pasar, langkah ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya visi jangka panjang dan kesabaran dalam dunia investasi. Ketika banyak investor berfokus pada keuntungan jangka pendek, Buffett sekali lagi menunjukkan bahwa nilai sejati seringkali ditemukan dalam fondasi perusahaan yang kuat dan komitmen terhadap penciptaan nilai bagi pemegang saham, bahkan di tengah ketidakpastian global yang terus bergejolak. Ini adalah pengingat bahwa di balik fluktuasi pasar, ada peluang besar yang menanti mereka yang berani melihat lebih jauh ke masa depan.
