
Dalam kunjungan kerjanya ke Mataram, Lombok, pada tanggal 1 Agustus 2025, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara langsung menyerahkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada sejumlah pekerja. Dalam kesempatan tersebut, beliau dengan tegas mengingatkan para penerima bantuan agar memanfaatkan dana yang diberikan untuk keperluan yang benar-benar produktif dan bermanfaat. Penekanannya adalah agar dana BSU ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, bukan untuk hal-hal yang bersifat merusak seperti judi daring atau pembelian rokok. Peringatan keras ini disampaikan dengan janji bahwa penyalahgunaan dana akan berakibat pada pencabutan bantuan, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan efektivitas program.
Lebih lanjut, Wakil Presiden Gibran juga menekankan pentingnya alokasi dana BSU untuk pendidikan anak-anak, terutama mengingat saat ini adalah tahun ajaran baru. Beliau menyarankan agar dana tersebut diprioritaskan untuk membeli buku dan alat tulis, yang secara langsung mendukung masa depan generasi muda. BSU sendiri merupakan salah satu inisiatif ekonomi pemerintah yang menargetkan karyawan dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta per bulan, dengan nilai bantuan tunai sebesar Rp600.000 yang diberikan satu kali. Program ini diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melaporkan bahwa penyaluran BSU di Provinsi NTB telah mencapai 91,5% per 29 Juli 2025, mencakup 134.639 pekerja yang memenuhi syarat, dan secara nasional, tingkat penyalurannya telah mencapai 96%.
Pesan Wakil Presiden Gibran yang menekankan penggunaan BSU secara bertanggung jawab mencerminkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga mendidik masyarakat agar dapat mengelola sumber daya dengan bijak. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat dan produktif. Dengan mendorong alokasi dana untuk pendidikan dan kebutuhan pokok, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas hidup penerima bantuan serta memperkuat fondasi ekonomi keluarga. Ini adalah langkah maju yang positif dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya saing, di mana setiap individu didorong untuk berkontribusi pada kemajuan kolektif.
