
Pasar keuangan global, khususnya Wall Street, baru-baru ini menunjukkan kinerja yang sangat menggembirakan. Indeks-indeks utama berhasil mencetak rekor baru, menandai periode optimisme di kalangan investor. Performa luar biasa ini tidak lepas dari berbagai faktor, termasuk laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa dan data ekonomi makro yang mendukung.
Laporan Terperinci dari Bursa Global
Pada pagi yang cerah di hari Jumat, 29 Agustus 2025, para pelaku pasar di Jakarta menyaksikan hasil penutupan perdagangan Kamis sebelumnya di New York. Wall Street menutup sesinya dengan keharmonisan positif, di mana ketiga indeks utama—S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones Industrial Average—mencatatkan kenaikan yang solid.
Indeks S&P 500 melonjak 0,32%, mengakhiri perdagangan di level 6.501,86, dan bahkan sempat menembus angka 6.500 dalam sesi intraday, sebuah pencapaian rekor baru yang mengesankan. Tak ketinggalan, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi, menguat 0,53% ke posisi 21.705,16. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average berhasil menambah 71,67 poin atau 0,16%, mencapai puncak historis baru di 45.636,90.
Fokus utama para investor di sesi perdagangan tersebut adalah laporan kinerja keuangan kuartal kedua dari Nvidia, perusahaan semikonduktor terkemuka. Meskipun memiliki bobot sekitar 8% di indeks S&P 500, saham Nvidia menunjukkan dinamika yang menarik. Laporan tersebut mengungkapkan lonjakan pendapatan sebesar 56% yang melampaui ekspektasi pasar secara keseluruhan. Namun, pendapatan dari segmen pusat data sedikit di bawah proyeksi, dan panduan pendapatan untuk kuartal berjalan dipatok pada angka US$54 miliar, sedikit di atas estimasi analis LSEG sebesar US$53,1 miliar.
Meskipun pada awalnya saham Nvidia sempat melesat, pada penutupan perdagangan justru mengalami koreksi tipis 0,8%. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran investor mengenai prospek penjualan chip H20 ke pasar China yang belum sepenuhnya dimasukkan dalam proyeksi perusahaan. Ben Reitzes, seorang analis teknologi dari Melius Research, menyoroti bahwa sebagian investor berharap adanya indikasi yang lebih jelas mengenai kontribusi penjualan dari China. Namun demikian, prospek jangka panjang Nvidia tetap positif di mata banyak analis. Institusi keuangan besar seperti JPMorgan, Citi, dan Bernstein bahkan telah menaikkan target harga saham untuk perusahaan tersebut. Sentimen positif ini juga merembet ke produsen chip lainnya, terlihat dari kenaikan saham Broadcom sebesar 2,8% dan Micron Technology yang melonjak 3,6%.
Gelombang euforia di sektor kecerdasan buatan (AI) juga diperkuat oleh kinerja Snowflake, yang sahamnya terbang 20% setelah laporan keuangan kuartal kedua mereka melampaui ekspektasi pasar dengan gemilang.
Selain dari sektor teknologi, dorongan positif juga datang dari laporan ekonomi makro Amerika Serikat. Departemen Perdagangan AS mengumumkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal kedua tumbuh secara tahunan sebesar 3,3%, melampaui estimasi awal 3,0% dan proyeksi Dow Jones sebesar 3,1%. Angka pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan ini memberikan keyakinan tambahan kepada pasar.
Di tengah semua dinamika positif ini, para investor tampak tidak terlalu terpengaruh oleh isu politik domestik terkait independensi Federal Reserve (The Fed). Meskipun Presiden Donald Trump sempat memecat anggota Dewan Gubernur, Lisa Cook, dan kasus tersebut dijadwalkan akan disidangkan, pasar tetap fokus pada fundamental ekonomi dan kinerja korporasi.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data inflasi AS yang akan datang. Para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memproyeksikan bahwa indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) untuk bulan Juli akan menunjukkan kenaikan bulanan sebesar 0,2% dan kenaikan tahunan sebesar 2,6%. Data ini akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan moneter The Fed di masa mendatang.
Perdagangan di Wall Street pada periode ini membuktikan bahwa pasar memiliki kemampuan untuk menyerap berita besar dan tetap bergerak maju. Kemampuan adaptasi dan fokus pada prospek jangka panjang menjadi kunci bagi para investor untuk menavigasi dinamika pasar yang terus berubah. Dengan data ekonomi yang solid dan inovasi di sektor teknologi yang tak henti, optimisme terhadap pasar saham Amerika Serikat masih akan terus berlanjut, meskipun dengan kewaspadaan terhadap gejolak yang mungkin timbul.
