
Studi terbaru mengungkapkan adanya kecenderungan aliran modal asing yang lebih besar menuju pasar obligasi Vietnam dibandingkan dengan Indonesia. Fenomena ini menunjukkan perubahan preferensi investor dalam menempatkan dana mereka di kawasan Asia Tenggara. Daya tarik utama Vietnam terletak pada proyeksi pertumbuhan ekonominya yang lebih menjanjikan dibandingkan negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, yang meskipun tetap menerima investasi, namun dalam skala yang jauh lebih kecil.
Tim ekonom dari Bank Mandiri menyoroti bahwa meskipun pasar obligasi Indonesia dan Vietnam menjadi fokus utama bagi investor asing di ASEAN, volume investasi yang mengalir ke Vietnam jauh melampaui Indonesia. Data per Agustus 2025 menunjukkan bahwa Vietnam berhasil menarik modal asing sebesar US$ 26,4 miliar, sementara Indonesia hanya menerima US$ 700 juta. Negara-negara lain seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina bahkan mengalami arus keluar modal.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, dalam acara Mandiri Macro and Market Brief 3Q25 Indonesia Economic Outlook, mengungkapkan bahwa arus masuk modal ke Vietnam telah berlangsung secara signifikan dan konsisten sejak awal tahun. Sejak Januari 2025, Vietnam secara stabil menarik lebih dari US$ 25 miliar setiap bulannya, mencapai puncaknya pada Juli 2025 dengan US$ 26,4 miliar. Sebaliknya, Indonesia, meskipun juga mengalami arus masuk modal, jumlahnya terbilang kecil dan sempat mengalami arus keluar pada Juni 2025.
Kuatnya aliran investasi ke Vietnam terutama didorong oleh ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di negara tersebut. Konsensus pasar memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Vietnam akan mencapai 6,5% pada 2025, 6,2% pada 2026, dan 6,3% pada 2027. Angka ini jauh melampaui proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diperkirakan hanya akan berkisar 4,8% pada tahun ini, 4,9% pada 2026, dan 5% pada 2027. Perbedaan signifikan dalam prospek pertumbuhan ini menjadi faktor penentu bagi keputusan investasi para pemodal global.
Kecenderungan ini menggarisbawahi bagaimana dinamika pertumbuhan regional memengaruhi keputusan investasi asing. Investor senantiasa mencari peluang di pasar yang menawarkan potensi pengembalian tertinggi, dan saat ini, Vietnam tampaknya lebih mampu memenuhi ekspektasi tersebut dibandingkan dengan Indonesia dalam konteks pasar obligasi.
