
Situasi unjuk rasa yang intens di ibu kota Indonesia telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan investor, mengakibatkan penurunan tajam pada pasar saham domestik. Peristiwa ini menyoroti bagaimana dinamika sosial dapat langsung memengaruhi stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.
Kepanikan Pasar: Ketika Gejolak Sosial Mengguncang Bursa Saham Nasional
Dampak Unjuk Rasa Terhadap Stabilitas Pasar Keuangan Indonesia
Gelombang unjuk rasa yang terus berlangsung dan intensitasnya yang meningkat di Jakarta telah membebani kinerja pasar keuangan Indonesia secara signifikan. Sentimen negatif yang berasal dari demonstrasi ini memicu aksi jual masif di bursa saham, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi dampak lanjutan pada kondisi ekonomi dan keamanan nasional.
Penurunan IHSG: Respons Cepat Pasar Terhadap Berita Panas
Pada sesi perdagangan Jumat, 29 Agustus 2025, pukul 11:05 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan tajam lebih dari 2%, menembus level 7.788. Pelemahan drastis ini menunjukkan respons cepat dan negatif dari para pelaku pasar terhadap perkembangan unjuk rasa yang dianggap mengancam stabilitas dan prospek investasi di tanah air.
