
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengambil langkah signifikan dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia melalui kemitraan yang baru saja diresmikan. Perusahaan ini, melalui entitas anaknya, PT DSSR Daya Mas Sakti, kini menjalin kerja sama strategis dengan PT FirstGen Geothermal Indonesia, bagian integral dari First Gen Corporation yang merupakan produsen energi terbarukan terkemuka di Filipina. Aliansi ini tidak hanya menandai investasi, tetapi juga pertukaran keahlian global yang vital untuk mempercepat transisi energi di Tanah Air.
Rincian Kerja Sama Strategis dalam Energi Panas Bumi
Pada hari Rabu, 27 Agustus 2025, berita penting mengenai kerja sama antara PT DSSR Daya Mas Sakti dan PT FirstGen Geothermal Indonesia resmi diumumkan. Kemitraan ini secara khusus akan memfokuskan upaya pada eksplorasi dan pengelolaan sumber daya panas bumi di beberapa wilayah kunci di Indonesia. Potensi gabungan dari proyek-proyek ini diperkirakan mencapai sekitar 440 megawatt, tersebar di enam lokasi strategis yang meliputi Jawa Barat, Flores, Jambi, Sumatra Barat, dan Sulawesi Tengah. Direktur Utama PT DSSR Daya Mas Sakti, Bapak Lokita Prasetya, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur Dian Swastatika Sentosa, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah maju untuk memperkuat kapasitas nasional dalam pemanfaatan energi bersih. Pemanfaatan pengetahuan dan pengalaman kelas dunia dari EDC diharapkan dapat mengoptimalkan potensi panas bumi Indonesia yang melimpah. Inisiatif ini selaras dengan visi pemerintah Indonesia untuk mendorong percepatan transisi energi, meningkatkan porsi energi terbarukan, dan mencapai ambisi besar emisi nol bersih pada tahun 2060. Di tengah kabar baik ini, saham DSSA menunjukkan performa positif, melonjak 4,69% pada hari yang sama, mencapai level 94.825, dengan peningkatan fantastis sebesar 154,22% sepanjang tahun berjalan.
Dari perspektif seorang pengamat, kemitraan strategis ini merupakan sebuah sinyal kuat bahwa Indonesia serius dalam menggarap potensi energi panas buminya. Kolaborasi dengan pemain global sekelas EDC tidak hanya membawa modal, tetapi juga transfer teknologi dan keahlian yang sangat dibutuhkan untuk proyek-proyek energi skala besar. Ini adalah langkah proaktif yang patut diapresiasi, menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan membangun masa depan energi yang lebih hijau. Kenaikan signifikan pada nilai saham DSSA setelah pengumuman ini juga mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek jangka panjang dari investasi energi terbarukan.
