Temasek Berencana Lakukan Restrukturisasi Besar-besaran untuk Tingkatkan Kinerja

Temasek Holdings, entitas investasi terkemuka asal Singapura, sedang dalam tahap pertimbangan untuk melaksanakan perombakan struktural yang komprehensif. Inisiatif ini bertujuan untuk membagi operasional perusahaan ke dalam tiga divisi investasi yang berbeda, dengan harapan dapat menggenjot efisiensi dan mengoptimalkan hasil investasi.

Rencana restrukturisasi ini mencuat di tengah desakan untuk meningkatkan kinerja investasi Temasek. Meskipun perusahaan berhasil mencatat rekor nilai portofolio bersih sebesar 434 miliar dolar Singapura per 31 Maret, imbal hasil tahunan mereka selama satu dekade terakhir hanya mencapai 5%. Angka ini, meskipun sebanding dengan GIC, masih tertinggal jauh dari rata-rata pertumbuhan indeks MSCI World yang mencapai 10% per tahun pada periode yang sama.

Sumber internal mengungkapkan bahwa struktur baru yang diusulkan akan memisahkan bisnis Temasek menjadi tiga pilar utama. Unit pertama akan fokus pada kepemilikan saham mayoritas di perusahaan domestik penting, seperti Singapore Airlines. Unit kedua akan mengelola seluruh investasi di luar negeri, sementara unit ketiga akan khusus menangani dana investasi. Meskipun rencana ini masih dalam tahap pembahasan dan dapat berubah, jika terealisasi, ia akan secara fundamental mengubah lanskap perusahaan yang telah berdiri selama 51 tahun ini.

Saat ini, Temasek beroperasi dengan model konvensional di mana para eksekutif mengawasi aset berdasarkan sektor dan geografi. Perubahan struktur ini diyakini akan memungkinkan para pemimpin kunci untuk lebih terfokus dalam upaya peningkatan kinerja dan efisiensi operasional. Pergantian kepemimpinan juga akan terjadi, dengan Teo Chee Hean, mantan menteri senior Singapura, dijadwalkan secara resmi mengambil alih posisi ketua mulai 9 Oktober mendatang. Pengumuman resmi mengenai restrukturisasi ini diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan, atau bahkan lebih cepat, kemungkinan besar bertepatan dengan ajang Grand Prix Formula 1 Singapura di awal Oktober.

Beberapa skema restrukturisasi mencakup pemindahan investasi eksternal Temasek, seperti Avanda Investment Management, ke dalam payung Seviora Group. Seviora sendiri adalah perusahaan manajemen aset yang didirikan oleh Temasek pada tahun 2020, yang saat ini telah menaungi unit investasi seperti Fullerton Fund Management, Azalea Investment Management, dan SeaTown Holdings International. Mulai September, Seviora akan dipimpin oleh Gabriel Lim, mantan pejabat tinggi Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.

Portofolio Temasek saat ini terbagi secara kasar, dengan 41% berasal dari perusahaan berbasis di Singapura, 36% dari investasi langsung global, dan 23% dari dana serta perusahaan manajemen aset. Dengan struktur baru, diharapkan akan terjadi penguatan lini kepemimpinan, menempatkan eksekutif senior yang berdedikasi untuk setiap divisi. Nama-nama seperti CFO Png Chin Yee dan Nagi Hamiyeh, kepala wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika yang berbasis di Paris, disebut-sebut akan menduduki posisi strategis dalam era baru Temasek ini, menandai langkah adaptasi perusahaan dalam menghadapi persaingan investasi global yang kian intens.