IHSG Melemah, Investor Asing Justru Borong Saham Unggulan

Pada perdagangan yang baru berlalu, pasar saham domestik menunjukkan dinamika menarik. Indeks utama mengalami sedikit kemerosotan, menandakan sentimen berhati-hati di kalangan sebagian pelaku pasar. Namun, di balik angka penurunan ini, terlihat fenomena kontras di mana investor dari luar negeri justru aktif mengakumulasi aset-aset saham tertentu. Volume transaksi mencapai puluhan triliun rupiah, dengan aktivitas beli bersih oleh pihak asing yang cukup substansial. Ini mengindikasikan bahwa meskipun pasar secara keseluruhan menunjukkan pelemahan, ada keyakinan kuat terhadap nilai intrinsik dan prospek pertumbuhan emiten-emiten pilihan di Indonesia, terutama yang didominasi oleh korporasi besar dan perusahaan-perusahaan dengan kinerja solid.

Analisis lebih dalam pada aktivitas perdagangan kemarin, 21 Agustus 2025, mengungkapkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari dengan penurunan sebesar 0,67% atau sekitar 53,1 poin, mengakhiri sesi di level 7.890,72. Meskipun demikian, transaksi jual-beli saham mencapai angka fantastis Rp 16,33 triliun, melibatkan miliaran lembar saham dalam jutaan kali transaksi. Angka kapitalisasi pasar mengalami sedikit koreksi menjadi Rp 14.165 triliun. Menariknya, di tengah kondisi ini, investor asing mencatatkan transaksi beli bersih senilai Rp 681,3 miliar, dengan total pembelian mencapai Rp 11,66 triliun dan penjualan sebesar Rp 6,17 triliun.

Saham yang menjadi primadona bagi investor asing adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), milik konglomerat Prajogo Pangestu, yang mencatat pembelian bersih terbesar senilai Rp 136,8 miliar. Pembelian masif ini turut mengangkat harga saham CUAN sebesar 1,86% ke level 1.645 pada penutupan perdagangan. Selain CUAN, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), yang terafiliasi dengan konglomerat Agus Projosasmito dan Salim, juga menarik perhatian asing dengan pembelian bersih mencapai Rp 116,6 miliar. Saham AMMN berhasil menguat 2,65% menjadi 8.725 dengan nilai transaksi Rp 628,9 miliar. Saham perbankan juga tak luput dari incaran, dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi kedua dengan pembelian bersih Rp 130,2 miliar. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) juga masuk dalam daftar teratas saham yang diborong asing, dengan pembelian bersih masing-masing Rp 101,1 miliar dan Rp 85,2 miliar.

Daftar lengkap 10 saham dengan pembelian bersih asing terbesar menunjukkan keberagaman sektor yang diminati. Selain nama-nama besar di atas, PT WIR Asia Tbk (WIRG), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS), PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga tercatat sebagai target utama investasi asing. Ini menggarisbawahi strategi diversifikasi yang diterapkan oleh investor global, yang melihat peluang di berbagai sektor, dari pertambangan, perbankan, hingga teknologi dan energi. Meskipun IHSG menghadapi tantangan, kepercayaan investor asing pada fundamental ekonomi dan prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan unggulan Indonesia tetap tinggi, memberikan sinyal positif bagi stabilitas pasar modal ke depan.

Secara keseluruhan, meskipun pasar saham Indonesia melalui IHSG menunjukkan sedikit koreksi, aktivitas investor internasional tetap mencatatkan angka beli bersih yang substansial. Ini mengindikasikan ketahanan fundamental pasar serta daya tarik tertentu pada emiten-emiten strategis. Pergerakan modal asing ini mencerminkan keyakinan akan prospek jangka panjang dari perusahaan-perusahaan dengan fundamental kuat, bahkan di tengah gejolak pasar harian.