Tantangan Ketersediaan Produk: Pandangan CEO MDLA tentang Industri Alat Kesehatan

Laporan ini membahas tantangan yang dihadapi oleh industri alat kesehatan di Indonesia, khususnya dalam menjaga ketersediaan dan distribusi produk, serta strategi inovatif yang diterapkan oleh PT Medela Potentia Tbk (MDLA) untuk mengatasi hambatan tersebut dan memperluas jangkauan pasar.

Menjaga Kesehatan Bangsa, Mengatasi Rintangan Distribusi: MDLA Berinovasi untuk Akses Universal

Tantangan yang Dihadapi Industri Farmasi dan Alat Kesehatan dalam Menjamin Ketersediaan Produk

Krestijanto Pandji, Direktur Utama PT Medela Potentia Tbk (MDLA), mengungkapkan bahwa sektor alat kesehatan dan farmasi masih dihadapkan pada kendala signifikan, terutama terkait dengan proses penyaluran barang. Produsen di industri ini dituntut untuk konsisten dalam produksi dan memastikan pasokan produk senantiasa tersedia.

Pentingnya Prediksi Akurat dan Data untuk Mengatasi Ketidakpastian Permintaan Medis

Meskipun kondisi kesehatan individu seringkali tidak dapat diprediksi, Krestijanto menegaskan bahwa perusahaan berupaya keras untuk menjamin pasokan obat di setiap cabang tanpa kekurangan. Ketersediaan produk menjadi prioritas utama untuk melayani kebutuhan masyarakat secara optimal.

Inovasi Digital dan Aksesibilitas Produk Kesehatan di Seluruh Wilayah

Setiap produk kesehatan wajib mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di berbagai daerah. Oleh karena itu, MDLA terus berinovasi, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau konsumen, khususnya generasi muda (Gen-Z), dengan menyediakan platform online untuk pengadaan resep dan non-resep sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ekspansi Pasar Global: MDLA Menuju Panggung Internasional

Tidak hanya berfokus pada pasar domestik, MDLA juga gencar melakukan ekspansi ke luar negeri. Melalui anak perusahaannya, PT Deca MetricMedica (DMM), MDLA berhasil melakukan pengiriman perdana produk alat kesehatan ke Kamboja dan Timor Leste pada awal Agustus 2025. Produk unggulan seperti perawatan luka, Stardec DecaFix dan Stardec DecaMed-T, menjadi bagian dari inisiatif ini. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas cakupan pasar produk alat kesehatan buatan dalam negeri ke mancanegara, sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pemain penting di kancah industri alat kesehatan global.