Transaksi Besar Terjadi pada Saham Bank Ina Perdana (BINA) Milik Grup Salim

Sebuah laporan terbaru menyoroti adanya aktivitas transaksi yang tidak biasa pada saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), sebuah lembaga keuangan yang merupakan bagian dari konglomerat Salim.

Misteri Transaksi Raksasa: Siapa di Balik Pergerakan Saham BINA?

Tiba-Tiba Muncul Transaksi dengan Nilai Fantastis

Pada Kamis, 14 Agustus 2025, pasar negosiasi saham PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) dikejutkan dengan sebuah transaksi masif. Nilai total perdagangan mencapai Rp 786,6 miliar, sebuah angka yang menarik perhatian banyak pihak di kalangan investor dan analis keuangan. Hingga saat berita ini diterbitkan, identitas broker atau sekuritas yang memfasilitasi transaksi jumbo ini masih belum terungkap, menambah misteri di balik pergerakan saham BINA.

Detail Pergerakan Saham dan Volume Perdagangan

Dalam transaksi besar tersebut, tercatat 180 juta lembar saham BINA berpindah kepemilikan. Harga rata-rata yang disepakati untuk setiap saham adalah Rp 4.370, yang sedikit di bawah harga perdagangan di pasar reguler pada waktu itu. Sekitar pukul 11.00 WIB, saham BINA diperdagangkan di kisaran harga Rp 4.400, menunjukkan stabilitas meskipun ada transaksi besar yang terjadi di balik layar.

Tren Kinerja Saham BINA Sepanjang Tahun

Melihat kembali pergerakan saham BINA sepanjang bulan berjalan, saham ini menunjukkan tren yang relatif stabil. Meskipun sempat mengalami sedikit penurunan pada 4 Agustus 2025, ditutup di level Rp 4.390, saham BINA berhasil kembali ke posisi Rp 4.400 pada 13 Agustus 2025. Secara keseluruhan, performa saham BINA sejak awal tahun menunjukkan peningkatan yang positif, dengan kenaikan sebesar 7,58%.

Anthoni Salim: Otak di Balik Kendali Bank Ina Perdana

Per 31 Juli 2025, Anthoni Salim teridentifikasi sebagai pemegang kendali utama Bank Ina Perdana. Pengaruhnya terhadap bank ini direalisasikan melalui PT Indolife Pensiontama, yang memiliki 22,83% saham BINA. Grup Salim secara resmi mengambil alih kendali Bank Ina Perdana pada 18 Maret 2020. Selain Indolife, kepemilikan Salim di Bank Ina juga diperkuat melalui PT Gaya Hidup Masa Kini dengan 11,84% saham, dan PT Samudra Biru dengan 18,16% saham. Konsolidasi kepemilikan ini menegaskan dominasi Grup Salim dalam struktur kepemilikan Bank Ina Perdana.