
Dalam menghadapi dinamika pasar di paruh kedua tahun 2025, dua entitas asuransi di bawah naungan Grup OCBC Bank, yaitu Great Eastern General Insurance Indonesia dan Great Eastern Life Indonesia, telah menguraikan strategi adaptif mereka. Perusahaan asuransi umum, Great Eastern General Insurance Indonesia, kini mengalihkan perhatiannya ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sebuah langkah yang didasari oleh jumlah UMKM di Indonesia yang mencapai 66 juta pada Mei 2025. Di sisi lain, Great Eastern Life Indonesia, yang berfokus pada asuransi jiwa, menunjukkan keberhasilannya dalam menarik segmen nasabah berkemampuan tinggi dengan produk inovatif mereka, menunjukkan tren positif dalam pertumbuhan premi asuransi tradisional.
Direktur Pemasaran PT Great Eastern General Insurance Indonesia, Cong Cun Ling, menjelaskan bahwa keputusan untuk menargetkan UMKM didasari oleh pemahaman akan risiko-risiko yang dihadapi sektor ini, seperti bencana alam dan gangguan operasional yang berpotensi menimbulkan kerugian besar. Dengan meluncurkan produk \"Asuransi Semua Risiko Industri\", perusahaan bertujuan untuk memberikan perlindungan komprehensif kepada UMKM dengan target pendapatan premi sebesar Rp20 miliar hingga akhir tahun 2025. Ini menandakan optimisme perusahaan terhadap potensi besar di segmen pasar yang seringkali terabaikan ini, mengingat banyak UMKM masih rentan terhadap kejadian tak terduga.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Great Eastern Life Indonesia, Roy Hendrata Gozalie, menyoroti tren peningkatan permintaan akan produk asuransi tradisional. Produk terbaru mereka, \"GREAT Legacy Assurance\", yang diluncurkan pada Maret lalu, telah mencatat pencapaian signifikan dalam lima bulan, dengan perolehan premi sebesar Rp14 miliar dan nilai uang pertanggungan melampaui Rp173 miliar. Keberhasilan ini menegaskan strategi perusahaan dalam menyasar nasabah kaya yang mencari solusi perlindungan jiwa yang stabil dan berkelanjutan, sejalan dengan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang menunjukkan pertumbuhan premi asuransi tradisional sebesar 6,5% secara tahunan per Juni 2025, jauh melampaui premi unitlink yang mengalami kontraksi.
Data industri asuransi jiwa juga memperkuat keputusan strategis kedua entitas ini. Pendapatan premi dari produk asuransi tradisional secara signifikan melampaui unitlink, mencerminkan pergeseran preferensi pasar. Great Eastern General Insurance Indonesia dan Great Eastern Life Indonesia menunjukkan adaptasi yang cerdas terhadap kebutuhan pasar yang berbeda, dengan melayani segmen UMKM yang rentan dan nasabah berkemampuan tinggi yang mencari keamanan finansial jangka panjang. Kedua pendekatan ini tidak hanya berpotensi memperkuat posisi pasar Great Eastern di Indonesia tetapi juga berkontribusi pada stabilitas dan pertumbuhan industri asuransi secara keseluruhan.
