SMBC Indonesia (BTPN) Luncurkan Obligasi Berkelanjutan Senilai Rp 816 Miliar dengan Kupon Menarik

PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN) mengambil langkah berani untuk memperkuat modal kerjanya melalui penerbitan obligasi, sebagai bagian dari strategi pendanaan non-Dana Pihak Ketiga (DPK). Inisiatif ini menandai upaya berkelanjutan bank dalam menopang operasionalnya di tengah dinamika pasar keuangan yang terus berubah, sekaligus menegaskan komitmennya terhadap pertumbuhan yang stabil.

Rincian Penawaran Obligasi SMBC Indonesia

Pada hari Kamis, tanggal 28 Agustus 2025, Bank SMBC Indonesia, sebuah entitas perbankan terkemuka yang berbasis di Jakarta, mengumumkan rencana Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2025. Penawaran ini melibatkan jumlah pokok yang fantastis, mencapai Rp 816,05 miliar, menunjukkan skala ambisius dari upaya penggalangan dana ini.

Obligasi yang ditawarkan akan dibagi menjadi dua seri yang menarik bagi beragam profil investor. Seri A, dengan nilai Rp 670,65 miliar, menawarkan tingkat bunga tetap sebesar 6,10% per tahun dan memiliki jangka waktu tiga tahun, yang akan jatuh tempo pada tanggal 2 September 2028. Sementara itu, Seri B yang berjumlah Rp 145,40 miliar, menawarkan kupon yang sedikit lebih tinggi, yaitu 6,20% per tahun, dengan tenor yang lebih panjang, yakni lima tahun, dan akan jatuh tempo pada tanggal 2 September 2030. Pembayaran bunga obligasi ini akan dilaksanakan secara berkala setiap tiga bulan, dengan pembayaran perdana yang dijadwalkan pada 2 Desember 2025.

Proses penawaran umum obligasi ini akan berlangsung pada tanggal 27 hingga 28 Agustus 2025, diikuti dengan penjatahan pada 29 Agustus 2025. Distribusi obligasi secara elektronik direncanakan pada 2 September 2025, sebelum secara resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 3 September 2025. Jaminan penuh atas kesanggupan penerbitan obligasi ini disediakan oleh sejumlah penjamin pelaksana emisi terkemuka, termasuk BCA Sekuritas, BNI Sekuritas, INA Sekuritas Indonesia, Indo Premier Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas. Sementara itu, PT Bank Mega Tbk. (MEGA) akan bertindak sebagai wali amanat, menjamin integritas dan kelancaran transaksi.

Dana yang terkumpul dari emisi obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait, akan dialokasikan secara strategis untuk memenuhi kebutuhan modal kerja bank, khususnya dalam mendukung penyaluran kredit. SMBC Indonesia juga secara transparan mengakui persaingan ketat dalam industri perbankan. Dalam prospektusnya, bank tersebut menyoroti tantangan dari berbagai pesaing, mulai dari perusahaan teknologi finansial (fintech) hingga bank digital dan bank konvensional yang mengadopsi layanan digital. Manajemen SMBC Indonesia menyatakan bahwa pesaing terdekat mereka adalah bank-bank swasta nasional yang termasuk dalam kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3.

Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa pangsa pasar SMBC Indonesia di industri perbankan masih relatif kecil. Per tanggal 30 Juni 2025, total aset bank ini tetap stabil di angka 1,9% dari posisi akhir tahun 2024. Porsi kredit yang disalurkan juga bertahan di angka 2,3% pada semester I-2025 dibandingkan akhir tahun sebelumnya. Namun, porsi Dana Pihak Ketiga (DPK) SMBC terhadap keseluruhan industri perbankan mengalami sedikit penurunan, dari 1,4% pada akhir 2024 menjadi 1,2% pada pertengahan tahun ini.

Langkah strategis ini mencerminkan adaptasi SMBC Indonesia terhadap lanskap keuangan yang berkembang pesat, di mana inovasi dan efisiensi menjadi kunci. Dengan memperkuat struktur permodalan melalui obligasi, bank berharap dapat lebih agresif dalam menyediakan layanan perbankan yang relevan dan bersaing di pasar yang dinamis.