
Kasus dugaan korupsi yang melanda PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) kembali menjadi sorotan utama dengan dijadwalkannya persidangan perdana. Perusahaan manajer investasi, PT Recapital Asset Management (Recapital AM), yang namanya masuk dalam daftar terdakwa, memberikan tanggapan terkait perkembangan terbaru ini. Kasus ini menyoroti praktik pengelolaan dana investasi yang tidak sesuai standar profesional, berujung pada kerugian signifikan bagi keuangan negara.
Presiden Direktur Recapital AM, Alvin Pattisahusiwa, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima undangan resmi terkait jadwal sidang yang direncanakan pada Jumat, 29 Agustus 2025. Meskipun demikian, Alvin menyatakan bahwa perusahaannya siap menghadapi dan menghormati segala bentuk proses hukum yang akan berjalan. Ini menunjukkan kesiapan Recapital AM untuk berkooperasi dengan pihak berwenang dalam menyelesaikan perkara ini.
Penting untuk dicatat bahwa Recapital AM juga belum secara spesifik menunjuk tim penasihat hukum baru untuk kasus ini. Namun, mereka menegaskan bahwa perusahaan telah memiliki mitra hukum yang siap sedia. Alvin menambahkan bahwa pihaknya sebelumnya sudah memberikan keterangan kepada Kejaksaan Agung, kemungkinan pada tahun sebelumnya, sebagai bagian dari penyelidikan awal kasus ini.
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat akan menjadi saksi bisu jalannya sidang perdana yang melibatkan sepuluh manajer investasi ini. Nama-nama lain yang juga terseret dalam kasus serupa antara lain PT Oso Manajemen Investasi, PT Victoria Manajemen Investasi, PT Millenium Capital Management, PT Pool Advista Aset Manajemen, PT Asia Raya Capital, PT Maybank Asset Management, PT Corfina Capital, PT Aurora Asset Management, dan PT Insight Investment Management. Para manajer investasi ini dituduh mengelola reksa dana tanpa profesionalisme dan independensi, yang diduga berada di bawah kendali pihak-pihak tertentu demi keuntungan pribadi.
Kasus korupsi Asabri ini telah menimbulkan kerugian finansial yang sangat besar bagi negara. Proses hukum yang sedang berlangsung diharapkan dapat mengungkap fakta-fakta secara menyeluruh dan memastikan keadilan ditegakkan. Masyarakat pun menantikan transparansi dan pertanggungjawaban dari semua pihak yang terlibat dalam skandal keuangan yang merugikan ini.
