
Meskipun Pasar Bergolak, Keyakinan BEI pada Fondasi Ekonomi Nasional Tetap Kokoh
Dampak Aksi Sosial terhadap Performa Pasar Saham
Bursa Efek Indonesia (BEI) secara terbuka mengakui adanya korelasi antara demonstrasi di beberapa wilayah dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI, Irvan Susandy, mengungkapkan bahwa pada akhir pekan sebelumnya, tepatnya tanggal 29 Agustus 2025, terjadi penarikan modal dari pasar saham hingga mencapai Rp 1,2 triliun.
Optimisme di Tengah Gejolak: Fundamental Ekonomi yang Tangguh
Meski menghadapi tekanan, Irvan Susandy menyampaikan optimisme terhadap kekuatan fundamental ekonomi Indonesia. Hal ini menjadi dasar keputusan BEI untuk tetap menjaga operasional perdagangan saham seperti biasa. Beliau menyoroti bahwa Indeks Indonesia telah menunjukkan peningkatan bobot dalam rebalancing MSCI, yang mengindikasikan adanya aliran masuk modal.
Daya Tarik Indonesia di Mata Investor: Sebuah Refleksi Ketahanan Pasar
Penguatan fundamental ekonomi yang diungkapkan oleh Irvan menjadi bukti nyata bahwa iklim investasi di pasar modal Indonesia masih kokoh dan dipercaya oleh investor, baik domestik maupun asing. Keberadaan aliran masuk modal yang substansial, dengan transaksi total mencapai Rp 45 triliun, menegaskan posisi pasar modal Indonesia yang atraktif.
Menjaga Momentum Positif di Pasar Modal
BEI memiliki harapan besar agar momentum positif yang ditopang oleh kekuatan ekonomi fundamental ini dapat terus dipertahankan. Meskipun dinamika pasar akan selalu ada, fokus utama adalah menjaga agar pertumbuhan dan kepercayaan investor tetap stabil. Ini menunjukkan komitmen BEI untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif.
Fluktuasi IHSG dan Respons Pasar
Pada pembukaan perdagangan Senin, 1 September 2025, IHSG mengalami penurunan signifikan hingga 2,69% atau 210,39 poin, mencapai level 7.620,10. Penurunan ini merupakan respons lanjutan dari demonstrasi yang telah berlangsung sejak pekan sebelumnya. Dalam beberapa menit setelah pembukaan, koreksi IHSG semakin dalam hingga 3,51%, dengan nilai transaksi saham pagi hari mencapai Rp 970,79 miliar melalui 76.012 kali transaksi yang melibatkan 954 juta saham. Ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap sentimen domestik.
