Proyeksi Penurunan Suku Bunga BI: Analisis Ekonomi Menuju 4,75% di Akhir Tahun

Bank Sentral Indonesia diperkirakan akan melanjutkan kebijakan moneter akomodatifnya dengan memangkas suku bunga acuan. Hal ini didukung oleh proyeksi bahwa BI Rate akan mengalami penurunan tambahan sebesar 25 basis poin, mencapai level 4,75% pada akhir tahun 2025. Perkiraan ini disampaikan oleh Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, dalam sebuah diskusi ekonomi, mengindikasikan adanya satu putaran pemotongan lagi sebelum kebijakan serupa dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Keputusan untuk menurunkan suku bunga ini akan sangat bergantung pada stabilitas harga di dalam negeri, khususnya inflasi, serta kemampuan negara dalam mengatasi gejolak eksternal seperti tekanan terhadap nilai tukar mata uang. Dengan inflasi yang terjaga di level 2,37% (yoy) pada Juli 2025, meskipun ada pengaruh dari kenaikan biaya pendidikan dan harga pangan, kondisi makroekonomi dinilai cukup kondusif. Selain itu, aliran modal asing yang masuk turut memperkuat stabilitas pasar keuangan, memungkinkan Bank Indonesia untuk bertindak lebih fleksibel dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Lebih lanjut, relaksasi kebijakan suku bunga di tingkat global, terutama dari Federal Reserve, juga menjadi faktor penting. Pasar keuangan global memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin hingga akhir tahun, dengan mayoritas meyakini penurunan akan terjadi pada bulan September. Pernyataan dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, yang cenderung 'dovish' mengonfirmasi arah kebijakan moneter global yang akomodatif ini, yang pada gilirannya memberikan ruang lebih besar bagi Bank Indonesia untuk menyesuaikan kebijakannya tanpa menimbulkan tekanan berlebih pada perekonomian domestik.

Proyeksi penurunan suku bunga ini mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia yang stabil, didukung oleh kebijakan moneter yang cermat dan adaptasi terhadap dinamika ekonomi global. Langkah ini diharapkan dapat lebih lanjut mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Stabilitas dan kebijakan yang proaktif adalah kunci untuk mencapai kemajuan yang berkelanjutan.