Potensi Keuntungan Investasi di Tengah Penurunan Suku Bunga Global

Dalam lanskap ekonomi global yang bergejolak, keputusan bank sentral mengenai suku bunga menjadi penentu arah investasi. Artikel ini menyoroti bagaimana potensi penurunan suku bunga, baik oleh Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) maupun Bank Indonesia (BI), dapat menguntungkan berbagai instrumen investasi, khususnya obligasi pemerintah serta saham di sektor perbankan dan properti. Diskusi mendalam dengan Steven Satya Yudha dari PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) mengungkapkan analisis dan strategi untuk menavigasi kondisi pasar yang dinamis ini.

Situasi ekonomi saat ini menunjukkan bahwa meskipun ada kekhawatiran terkait kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, potensi lonjakan inflasi di AS diperkirakan tidak akan terlalu signifikan. Hal ini disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi AS yang diiringi dengan pengurangan belanja stimulus fiskal. Kondisi ini secara tidak langsung menahan laju inflasi, sehingga memperkuat kemungkinan The Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga.

Di sisi lain, Steven Satya Yudha juga melihat peluang yang lebih besar bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga acuannya. Stabilitas nilai tukar Rupiah memberikan ruang bagi BI untuk mengalihkan fokus kebijakannya ke upaya pendorong pertumbuhan ekonomi. Diperkirakan BI dapat memangkas suku bunga sebesar 50 hingga 75 basis poin, sementara The Fed mungkin memiliki ruang yang lebih terbatas untuk penurunan suku bunga hingga akhir tahun 2025.

Dengan adanya proyeksi penurunan suku bunga ini, instrumen investasi tertentu diprediksi akan menjadi sangat menarik. Obligasi pemerintah, yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga, diperkirakan akan mengalami peningkatan nilai, menjadikannya pilihan yang menguntungkan bagi para investor. Selain itu, sektor pasar saham juga akan merasakan dampak positifnya. Secara spesifik, saham-saham di sektor perbankan dan properti memiliki prospek yang cerah untuk mencatat kenaikan, mengingat korelasi positif antara penurunan suku bunga dan pertumbuhan kedua sektor tersebut.

Analisis yang disampaikan oleh Steven Satya Yudha ini memberikan panduan berharga bagi investor dalam merumuskan strategi pengelolaan investasi mereka di tengah dinamika kebijakan moneter global dan domestik.