Perempuan Alami Pendarahan Otak dan Koma Setelah Berjemur Terlalu Lama

Seorang wanita di Tiongkok, yang berusia 67 tahun, tiba-tiba mengalami kondisi serius berupa pendarahan otak dan kemudian jatuh koma. Kejadian ini terjadi setelah ia menjalani sesi berjemur di bawah sinar matahari yang terik selama dua jam penuh. Tindakan ini merupakan bagian dari upaya pengobatan tradisional yang ia yakini dapat membantu penyembuhan penyakit.

Peristiwa tragis ini berlangsung di Provinsi Zhejiang, Tiongkok tenggara. Wanita tersebut, yang dikenal dengan nama keluarga Wang, mencoba sebuah metode pengobatan tradisional Tiongkok yang disebut Terapi Sinar Matahari. Konon, terapi ini dipercaya dapat meningkatkan energi Yang, menghilangkan kelembapan, dan mengobati berbagai penyakit. Dengan keyakinan tersebut, Wang berbaring telungkup di area terbuka di luar rumahnya pada siang hari, membiarkan tubuhnya terpapar sinar matahari selama dua jam.

Tidak lama setelah kembali ke dalam rumah, Wang tiba-tiba pingsan dan kehilangan kesadaran. Ia segera dilarikan ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan bahwa Wang menderita pendarahan aneurisma otak dan hernia otak, sebuah kondisi yang sangat mengancam jiwa. Meskipun operasi darurat telah dilakukan, ia tetap berada dalam kondisi koma.

Dr. Ye Xiangming, Direktur Departemen Rehabilitasi di Rumah Sakit Rakyat Provinsi Zhejiang, menjelaskan bahwa Wang mengalami kerusakan otak yang sangat parah. Kondisinya yang kini terbaring lama di tempat tidur juga meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi. Wang harus menjalani program rehabilitasi yang ekstensif, termasuk akupunktur dan serangkaian prosedur bedah. Secara bertahap, ia mulai menunjukkan kemajuan, perlahan-lahan mendapatkan kembali kemampuan untuk duduk, berdiri, berbicara, dan akhirnya makan sendiri.

Meskipun ada kasus seperti ini, Dr. Ye menegaskan bahwa klaim bahwa berjemur dapat menyembuhkan semua penyakit tidak memiliki dasar ilmiah. Beliau menekankan bahwa paparan sinar matahari yang terlalu lama, terutama dalam suhu tinggi, sangat berbahaya bagi lansia. Hal ini terutama berlaku bagi mereka yang sudah memiliki kondisi kesehatan bawaan seperti tekanan darah tinggi atau penyakit serebrovaskular, karena dapat memicu masalah kesehatan serius seperti serangan panas atau stroke.

Insiden ini menjadi peringatan keras tentang potensi bahaya dari praktik pengobatan tradisional yang tidak didukung bukti ilmiah, terutama jika melibatkan paparan ekstrem terhadap elemen alam. Penting untuk selalu mengonsultasikan masalah kesehatan dengan profesional medis yang berlisensi dan mencari pengobatan yang berbasis bukti untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.