
Berita penting menggema di pasar modal, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) akan memasuki fase penawaran tender wajib. Langkah ini merupakan konsekuensi langsung dari akuisisi mayoritas saham ANJT oleh First Resources Limited. Bagi para investor, ini adalah jendela kesempatan untuk menjual kepemilikan saham mereka.
Detail Penawaran Tender Wajib ANJT
Pada hari yang cerah di pasar keuangan, tanggal 25 Agustus 2025, di jantung kota Jakarta, sebuah pengumuman penting dirilis. First Resources Limited, entitas yang kini memegang kendali atas PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT), secara resmi mengumumkan pelaksanaan tender wajib. Aksi korporasi ini dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai tindak lanjut atas perubahan signifikan dalam kepemilikan dan kendali perseroan.
Dalam laporan keterbukaan informasi yang diterbitkan, First Resources menyatakan kesiapannya untuk mengambil alih hingga 207,65 juta saham ANJT. Jumlah ini merepresentasikan 6,19% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan. Harga yang ditawarkan dalam tender ini adalah Rp1.813 per lembar saham, yang jika diakumulasikan, nilai total penawaran tender wajib ini diperkirakan mencapai angka fantastis, sekitar Rp376,47 miliar. Periode emas bagi para investor untuk berpartisipasi dalam penawaran tender wajib ini akan membentang luas, dimulai pada tanggal 26 Agustus 2025 dan berakhir pada 24 September 2025. Proses pembayaran bagi saham-saham yang berhasil ditender dijadwalkan akan dilakukan pada 3 Oktober 2025. Untuk memastikan kelancaran seluruh proses ini, PT BCA Sekuritas telah dipercayakan sebagai perusahaan efek pelaksana tender wajib.
Perlu diingat, transaksi akuisisi yang mendahului tender wajib ini telah terjadi sebelumnya, tepatnya pada 6 Mei 2025. Saat itu, First Resources telah berhasil mengakuisisi 91,17% saham ANJT, atau setara dengan sekitar 3,06 miliar lembar saham, dari para pemegang saham lama. Ini termasuk entitas seperti PT Austindo Kencana Jaya, PT Memimpin Dengan Nurani, serta individu Sjakon George Tahija dan George Santosa Tahija. Harga pembelian pada transaksi awal ini juga konsisten, yaitu Rp1.813 per saham, dengan total nilai akuisisi yang mencapai sekitar Rp5,54 triliun.
First Resources menegaskan komitmennya untuk tidak menghapus pencatatan ANJT dari Bursa Efek Indonesia, maupun mengubah statusnya menjadi perusahaan tertutup. Sebaliknya, pengendali baru ini memiliki visi untuk memperluas lahan perkebunan kelapa sawit ANJT, melakukan peremajaan tanaman untuk meningkatkan produktivitas, serta mempererat integrasi operasional dengan bisnis hilir yang dimiliki oleh First Resources. Mengingat kepemilikan First Resources di ANJT kini melampaui ambang batas 80%, perusahaan memiliki kewajiban regulasi untuk mengalihkan kembali sebagian sahamnya ke publik dalam kurun waktu maksimal dua tahun setelah penawaran tender wajib ini selesai, demi memenuhi ketentuan free float yang berlaku di BEI.
Dari sudut pandang seorang pengamat pasar, peristiwa ini bukan sekadar transaksi biasa. Ini adalah manifestasi dinamika pasar modal yang sehat dan transparan, sekaligus menunjukkan peluang bagi investor untuk beradaptasi dengan perubahan kepemilikan perusahaan. Bagi ANJT sendiri, masuknya First Resources sebagai pengendali baru membawa potensi pertumbuhan dan sinergi yang luar biasa, terutama dalam industri kelapa sawit yang kompetitif. Investor kini memiliki kesempatan strategis untuk merealisasikan keuntungan atau menyesuaikan portofolio investasi mereka di tengah lanskap bisnis yang terus berkembang.
