Lonjakan IHSG Melampaui 8.000 di Tengah Aksi Demonstrasi Buruh

Artikel ini mengulas pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia yang berhasil menembus level 8.000, bertepatan dengan adanya demonstrasi buruh skala besar di Jakarta. Meskipun ada kekhawatiran terkait sentimen pasar, IHSG menunjukkan ketahanan yang kuat dengan peningkatan signifikan. Laporan ini juga menyoroti aktivitas investor asing yang mulai menjual saham setelah sebelumnya aktif membeli, serta saham-saham unggulan yang menjadi target penjualan.

Kekuatan Pasar di Tengah Gelombang Protes: IHSG Melampaui Batas Baru!

Kinerja Pasar yang Mengagumkan di Sesi Pembuka

Pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kenaikan yang substansial, melonjak hingga 1,09% dan mencapai angka 8.022,76 pada penutupan sesi pertama perdagangan. Pencapaian ini menandai momentum positif yang kuat di pasar modal, dengan total 393 saham mengalami kenaikan, 284 saham mengalami penurunan, dan 279 saham tetap stabil. Nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 8,97 triliun, melibatkan perputaran 24,32 miliar saham dalam 1,1 juta transaksi.

Dinamika Pasar di Tengah Agenda Aksi Buruh Nasional

Kenaikan indeks yang luar biasa ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang digagas oleh serikat buruh nasional di ibu kota. Ribuan buruh dari berbagai organisasi pekerja, termasuk di bawah naungan Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), berkumpul di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta. Mereka berasal dari berbagai wilayah penyangga seperti Karawang, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang, dan juga dari DKI Jakarta.

Upaya IHSG Menuju Puncak Baru dan Tren Penarikan Investor Asing

Saat ini, IHSG sedang berupaya melampaui rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarahnya yang sebelumnya tercatat di level 7.943,82 pada 20 Agustus 2025. Namun, dalam periode ini, terjadi fenomena menarik di mana investor asing menunjukkan sinyal penjualan. Pada perdagangan sebelumnya, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp212,5 miliar. Ini merupakan kali pertama aktivitas penjualan bersih terjadi setelah 11 hari berturut-turut adanya pembelian bersih. Beberapa saham unggulan yang menjadi fokus penjualan meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).