
Sebuah video yang beredar luas di dunia maya menampilkan sekelompok orang berkumpul di sebuah lobi gedung. Awalnya, narasi yang menyertai video tersebut menyebutkan bahwa kerumunan itu adalah massa yang hendak memasuki Mal Atrium Senen di Jakarta. Namun, belakangan terungkap bahwa lokasi sebenarnya adalah Menara BNI di Pejompongan, Jakarta. Insiden ini memicu respons cepat dari pihak PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) untuk memberikan penjelasan resmi, menepis kekhawatiran publik.
Manajemen BNI segera mengeluarkan pernyataan untuk meluruskan informasi yang simpang siur. Mereka menegaskan bahwa situasi di kantor cabang Pejompongan tetap aman dan terkendali. Tidak ada karyawan maupun nasabah yang terdampak oleh kerumunan tersebut. BNI menjelaskan bahwa massa yang terlihat dalam video hanyalah individu yang melintasi area drop-off gedung, menuju permukiman warga yang terletak di bagian belakang Menara BNI, tanpa sedikit pun memasuki kompleks gedung. Langkah cepat ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan keamanan operasional.
Situasi Keamanan dan Kebijakan Operasional BNI
Pihak BNI, melalui Okki Rushartomo selaku Corporate Secretary, memberikan penjelasan mendalam terkait insiden tersebut. Menurutnya, kerumunan massa yang terekam dalam video viral itu sama sekali tidak memasuki area gedung BNI Pejompongan. Mereka hanya melintas di area drop-off yang merupakan akses menuju permukiman warga di belakang menara. Okki menambahkan bahwa pada saat kejadian, tidak ada nasabah maupun pegawai yang berada di area tersebut karena operasional kantor cabang sudah ditutup, dan seluruh pegawai telah dipulangkan lebih awal sebagai langkah antisipasi demi keamanan.
Manajemen BNI selalu memprioritaskan keselamatan nasabah dan seluruh karyawannya. Kebijakan penutupan kantor lebih awal merupakan bagian dari protokol standar yang diterapkan kapan pun terdapat potensi gangguan keamanan. Okki juga memastikan bahwa tidak ada kerusakan pada fasilitas di dalam gedung BNI Pejompongan. Semua penyewa di gedung tersebut juga tidak melaporkan adanya kerusakan. BNI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai kabar yang tidak diverifikasi dan hanya merujuk pada informasi resmi dari otoritas terkait maupun perseroan demi menghindari penyebaran hoaks.
Klarifikasi BNI dan Imbauan kepada Masyarakat
Menanggapi beredarnya video yang menghebohkan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dengan sigap melakukan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman. Video tersebut menampilkan kerumunan orang di lobi gedung, yang sempat dikira sebagai massa yang memasuki Mal Atrium Senen. Namun, BNI memastikan bahwa lokasi sebenarnya adalah Menara BNI di Pejompongan, dan kerumunan itu hanyalah warga yang melintas menuju permukiman di belakang gedung, tanpa ada yang masuk ke dalam fasilitas bank.
Pihak BNI melalui Sekretaris Perusahaan, Okki Rushartomo, secara tegas menyatakan bahwa operasional kantor tetap berlangsung normal dan terkendali. Pada saat kejadian, tidak ada nasabah maupun pegawai di area yang terekam, karena kantor cabang telah tutup dan pegawai dipulangkan lebih awal sebagai tindakan pencegahan. Ini merupakan bagian dari standar operasional prosedur untuk menjamin keselamatan. BNI juga menegaskan tidak ada kerusakan fasilitas di dalam gedung, dan berharap klarifikasi ini dapat menghentikan penyebaran informasi yang keliru, serta mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi berita dari sumber resmi.
