
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengumumkan penutupan sementara pintu masuk Stasiun Istora Mandiri dan pintu masuk A Stasiun Bendungan Hilir, serta penyesuaian operasional kereta. Kebijakan ini diterapkan sebagai respons terhadap peningkatan aktivitas massa di sekitar Jalan Jenderal Sudirman. Pihak MRT memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dengan prioritas utama pada keamanan dan kenyamanan penumpang. Langkah-langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan publik di tengah kondisi yang tidak menentu.
Penutupan ini mencerminkan dampak langsung dari demonstrasi yang memanas di Jakarta terhadap layanan transportasi publik. Pengelola MRT Jakarta harus mengambil keputusan cepat untuk memastikan keselamatan penumpang dan staf, sekaligus mengurangi risiko yang timbul akibat kerumunan massa. Meskipun operasional secara keseluruhan tetap berjalan, penyesuaian pada beberapa stasiun penting menunjukkan keseriusan manajemen dalam menghadapi situasi darurat.
Penutupan Akses Stasiun Akibat Dinamika Massa
PT MRT Jakarta (Perseroda) telah memberlakukan penutupan sementara akses masuk Stasiun Istora Mandiri dan pintu masuk A Stasiun Bendungan Hilir. Kebijakan ini merupakan langkah sigap yang diambil menyusul peningkatan signifikan aktivitas massa di area sekitar Jalan Jenderal Sudirman pada Jumat (29/8) sore, tepatnya pukul 15.45 WIB. Plt. Kepala Divisi Corporate Secretary, Ahmad Pratomo, menegaskan bahwa penutupan ini bersifat sementara dan akan berlangsung hingga situasi di lapangan dinilai kembali kondusif. Langkah preventif ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jasa MRT Jakarta di tengah gejolak massa.
Selain penutupan akses masuk, MRT Jakarta juga menerapkan penyesuaian operasional kereta. Untuk sementara waktu, kereta MRT tidak akan melakukan pemberhentian di Stasiun Istora Mandiri, yang menjadi salah satu titik pusat keramaian. Keputusan ini diambil untuk menghindari potensi risiko dan menjaga kelancaran perjalanan kereta di jalur lain. Meskipun ada penyesuaian di dua stasiun tersebut, MRT Jakarta memastikan bahwa operasional layanan secara keseluruhan tetap berjalan normal. Penumpang diimbau untuk mencari alternatif pintu masuk atau menggunakan stasiun terdekat lainnya. Pihak MRT juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang mungkin terjadi, menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan penumpang adalah prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil, terutama dalam situasi darurat seperti ini.
Penyesuaian Operasional Transportasi Demi Keamanan
Sebagai respons cepat terhadap meningkatnya konsentrasi massa di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, PT MRT Jakarta (Perseroda) mengambil kebijakan penting untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan publik. Plt. Kepala Divisi Corporate Secretary, Ahmad Pratomo, mengumumkan penutupan sementara seluruh pintu masuk Stasiun MRT Istora Mandiri dan Pintu Masuk A Stasiun Bendungan Hilir. Tindakan ini dilakukan setelah mempertimbangkan eskalasi situasi pada Jumat (29/8) pukul 15.45 WIB. Penutupan akses ini akan tetap berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut yang menyatakan kondisi telah kembali stabil dan aman bagi operasional normal.
Lebih lanjut, dalam upaya mengoptimalkan keamanan, operasional kereta MRT Jakarta juga mengalami penyesuaian khusus. Kereta tidak akan berhenti di Stasiun Istora Mandiri hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif. Kebijakan ini bertujuan untuk mencegah penumpukan massa di area peron dan menjaga jarak aman antara penumpang dengan aktivitas demonstrasi di luar stasiun. Ahmad Pratomo menekankan bahwa meskipun ada penyesuaian di beberapa titik, operasional MRT Jakarta secara keseluruhan tetap berfungsi seperti biasa. Manajemen mengharapkan pengertian dari para pelanggan dan menyarankan mereka untuk menggunakan pintu masuk atau stasiun alternatif demi kelancaran perjalanan. Komitmen MRT Jakarta untuk mengedepankan keamanan dan kenyamanan penumpang selalu menjadi pedoman utama dalam setiap keputusan yang diambil, terutama saat menghadapi kondisi darurat.
