
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah menyampaikan pernyataan resmi mengenai dukungan penuh yang akan diberikan kepada keluarga salah satu mitra pengemudi Gojek mereka, almarhum Affan Kurniawan. Dalam suasana duka yang mendalam, perusahaan menegaskan komitmennya untuk mendampingi keluarga yang ditinggalkan, memastikan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi cobaan ini. Langkah ini merupakan wujud penghormatan dan solidaritas dari GOTO terhadap para mitranya yang telah berkontribusi.
Detail Bantuan Kemanusiaan dari GOTO
Pada hari Jumat yang penuh keprihatinan, tanggal 29 Agustus 2025, di Jakarta, Direktur Public Affairs & Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Ade Mulya, secara terbuka mengumumkan rangkaian bantuan yang akan disalurkan kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan. Bantuan tersebut mencakup penanganan seluruh biaya medis dan rumah sakit yang terkait, serta biaya pemakaman yang diperlukan. Selain itu, GOTO juga akan menanggung biaya tahlilan sebagai bagian dari prosesi keagamaan dan adat.
Sebagai bentuk dukungan finansial langsung, perusahaan akan memberikan santunan kepada keluarga almarhum yang ditinggalkan. Tidak hanya itu, sebagai pilar utama keluarga, manajemen GOTO, termasuk Dewan Direksi dan Dewan Komisaris, juga akan menyumbangkan donasi tambahan untuk membantu keluarga melanjutkan hidup dan mengatasi kesulitan finansial setelah kepergian almarhum. Lebih lanjut, Yayasan GoTo Merah Putih turut berperan aktif dengan menyediakan beasiswa pendidikan khusus bagi adik almarhum, memastikan masa depan pendidikan yang lebih baik. GOTO juga mengajak seluruh mitra pengemudi lainnya untuk bersama-sama mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik, serta memberikan kekuatan dan ketabahan bagi keluarga yang sedang berduka.
Peristiwa tragis ini, dan respons cepat serta komprehensif dari GOTO, menjadi pengingat akan pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan terhadap para pekerjanya, terutama dalam ekosistem ekonomi gig yang berkembang pesat. Sebagai seorang pengamat, saya melihat bahwa tindakan ini tidak hanya sekadar kewajiban, tetapi juga cerminan dari budaya perusahaan yang menempatkan kesejahteraan mitra sebagai prioritas. Hal ini dapat membangun kepercayaan dan loyalitas yang lebih dalam antara perusahaan dan para mitranya, serta memberikan pelajaran berharga tentang empati dan dukungan di tengah musibah. Diharapkan, langkah-langkah seperti ini dapat menjadi standar bagi industri lain dalam merespons insiden serupa, menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus selalu mendasari setiap keputusan bisnis.
