
Sektor asuransi jiwa nasional menunjukkan geliat positif pada semester pertama tahun 2025, dengan perolehan total pendapatan menembus angka Rp109 triliun. Capaian impresif ini tak lepas dari kontribusi premi lanjutan yang tumbuh serta kinerja investasi yang menguntungkan. Di samping itu, tren perbaikan juga terlihat dalam pembayaran klaim, yang mengindikasikan stabilnya kondisi operasional di tengah dinamika ekonomi global. Data ini menegaskan posisi krusial asuransi jiwa sebagai penopang penting dalam perencanaan finansial rumah tangga, bahkan saat daya beli masyarakat mengalami tekanan.
Budi Tampubolon, selaku pemimpin Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), mengungkapkan bahwa kenaikan pendapatan ini sebagian besar disokong oleh peningkatan premi lanjutan, yang mencapai 6,1% atau setara dengan Rp39,66 triliun. Angka ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dari para pemegang polis untuk mempertahankan jaminan perlindungan mereka. Selain itu, jumlah individu yang tercakup dalam asuransi juga melonjak pesat, bertambah 8,8% menjadi 123,70 juta jiwa dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Indikator positif ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat perlambatan pada premi bisnis baru yang disebabkan oleh tantangan ekonomi, keyakinan publik terhadap asuransi jiwa tetap solid. Peningkatan signifikan baik dalam premi lanjutan maupun jumlah tertanggung merupakan bukti nyata dari kesadaran yang semakin tinggi di masyarakat akan esensi asuransi sebagai alat vital untuk menjamin keamanan finansial jangka panjang.
Sementara itu, sektor asuransi jiwa telah membayarkan klaim sejumlah Rp72,47 triliun kepada lebih dari 5 juta penerima manfaat dalam enam bulan pertama tahun 2025. Angka ini mengalami penurunan sekitar 6,7% dibandingkan periode sebelumnya, terutama karena berkurangnya klaim penarikan sebagian. Namun, terdapat kenaikan pada klaim kesehatan, yang mencapai Rp12,20 triliun, dengan lonjakan signifikan pada klaim kesehatan individual, mencapai Rp9,56 triliun, meskipun klaim kesehatan kolektif mengalami penurunan.
Secara keseluruhan, industri asuransi jiwa di Indonesia terus menunjukkan ketangguhan dan relevansinya. Kenaikan pendapatan yang didukung oleh premi berkelanjutan dan hasil investasi yang baik, serta peningkatan jumlah peserta, menegaskan bahwa masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan finansial. Meskipun klaim penarikan sebagian menurun, peningkatan klaim kesehatan, khususnya untuk individu, menyoroti kebutuhan yang terus berkembang akan jaminan kesehatan. Prospek positif ini menunjukkan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan berkelanjutan sektor ini di masa mendatang.
