
Dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh LPS Financial Festival 2025, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, menyampaikan pandangannya mengenai kunci keberhasilan bagi kaum muda. Beliau menegaskan bahwa pencapaian akademis semata tidak cukup; pengembangan jaringan sosial melalui organisasi juga krusial. Pernyataan ini menyoroti bagaimana interaksi lintas kampus dan perluasan lingkaran pergaulan dapat membuka berbagai peluang.
Emil Dardak, yang dikenal dengan pencapaian akademisnya di usia muda, berbagi pengalaman pribadinya. Banyak yang melihat kesuksesannya sebagai sesuatu yang instan, namun ia mengungkapkan bahwa perjalanan tersebut dimulai sejak usia 19 tahun, terinspirasi oleh sosok Soemitro Djojohadikoemo yang meraih gelar doktor di usia muda. Pengorbanan di masa muda, di mana ia memilih untuk fokus pada pendidikan daripada bermain, menjadi pondasi kesuksesannya saat ini. Ia menekankan bahwa pilihan-pilihan di usia dini sangat menentukan arah masa depan.
Pada kesempatan itu, Emil Dardak juga menceritakan bagaimana ia memanfaatkan waktu secara efisien, yang memungkinkannya meraih gelar sarjana pada usia 19 tahun. Ia menemukan minat lain saat berada di Singapura dan berambisi menjadi peraih gelar PhD termuda pada usia 21-23 tahun. Ambisi ini mendorongnya untuk terus belajar dan berinovasi.
Pesan utama yang disampaikan oleh Emil Dardak kepada generasi muda adalah pentingnya keberanian. Namun, keberanian ini harus didasari oleh pertimbangan yang matang, bukan sekadar nekat. Kombinasi antara pendidikan yang kuat, jejaring yang luas, dan keberanian yang terukur, merupakan resep sukses yang ia yakini.
Secara keseluruhan, pandangan Emil Dardak menggarisbawahi bahwa kesuksesan sejati tidak hanya bergantung pada kecerdasan akademis, tetapi juga pada kemampuan untuk berinteraksi, membangun relasi, dan berani mengambil langkah-langkah strategis dengan perhitungan yang cermat. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak individu yang tengah merintis jalan menuju keberhasilan di berbagai bidang.
