Ketegangan Antara Trump dan The Fed: Desakan Mundur Lisa Cook

Situasi politik dan ekonomi di Amerika Serikat kembali memanas dengan desakan keras dari mantan Presiden Donald Trump. Kali ini, sasarannya adalah bank sentral AS, Federal Reserve, khususnya Gubernur Lisa Cook. Tekanan ini mencerminkan dinamika yang kompleks antara kepemimpinan politik dan otonomi lembaga keuangan, serta dampaknya terhadap stabilitas ekonomi. Insiden ini juga menyoroti kerentanan pejabat publik terhadap tuduhan personal, meskipun belum terbukti secara hukum.

Detail Berita Terbaru

Pada hari Rabu, 20 Agustus 2025, di Washington, D.C., Donald Trump, melalui platform media sosialnya, Truth Social, secara tegas menuntut pengunduran diri Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Desakan ini muncul menyusul laporan Bloomberg yang mengulas dugaan dua kasus hipotek yang melibatkan Cook, serta seruan dari Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal (FHFA) AS, Bill Pulte—seorang sekutu dekat Trump—untuk penyelidikan yang lebih ketat terhadap Cook.

Trump, yang selama ini dikenal sering mengkritik Ketua The Fed Jerome Powell karena enggan menurunkan suku bunga, kini mengalihkan perhatiannya kepada Cook. Meskipun dugaan hipotek tersebut disebut-sebut terjadi sebelum Cook menjabat di The Fed, Trump dengan gamblang menyatakan, \"Cook harus mengundurkan diri, sekarang juga!!!\"

Menanggapi tuduhan tersebut, Gubernur Lisa Cook memberikan pernyataan kepada AFP, menegaskan bahwa ia tidak akan terintimidasi untuk mundur dari jabatannya hanya karena \"beberapa pertanyaan yang diajukan dalam sebuah cuitan.\" Namun, Cook menyatakan keseriusannya dalam menanggapi pertanyaan seputar riwayat keuangannya dan berjanji akan mengumpulkan informasi akurat untuk memberikan fakta yang sebenarnya.

Pemerintahan Trump sendiri di masa lalu telah menyelidiki tuduhan penipuan hipotek terhadap sejumlah tokoh terkemuka dari Partai Demokrat, yang dianggap sebagai lawan politiknya. Lisa Cook, seorang wanita kulit hitam pertama yang menjadi Gubernur Fed Chicago, ditunjuk langsung oleh Presiden Joe Biden, yang berasal dari Partai Demokrat. Belum jelas apakah penyelidikan formal akan diluncurkan terhadap Cook.

Selain itu, perlu dicatat bahwa wewenang seorang Presiden AS untuk memecat pejabat dari bank sentral memiliki batasan yang jelas. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung AS baru-baru ini, pejabat The Fed tidak dapat diberhentikan hanya karena perbedaan pendapat mengenai kebijakan. Pemberhentian hanya dapat dilakukan atas \"alasan\" tertentu, yang diartikan sebagai pelanggaran atau tindakan melanggar hukum.

Sebelumnya, pada Selasa malam, Trump kembali mendesak pemotongan suku bunga secara drastis, mengklaim bahwa \"tidak ada inflasi\" dan menuduh kebijakan The Fed telah merugikan industri perumahan karena tingginya suku bunga KPR. Ia bahkan menyebut Jerome Powell sebagai \"bencana\" di media sosialnya. Meskipun indeks harga konsumen (IHK) AS stabil di angka 2,7% pada bulan Juli 2025, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Pejabat The Fed terus berupaya menjaga inflasi tetap terkendali, terlepas dari dampak tarif besar-besaran yang pernah diterapkan Trump, sambil menyeimbangkan risiko terhadap pasar tenaga kerja dan mempertimbangkan waktu yang tepat untuk penyesuaian suku bunga di masa depan.

Pada awal tahun, Trump bahkan sempat mengancam akan menggulingkan Powell dengan alasan renovasi kantor pusat The Fed yang dianggap terlalu mahal, meskipun ia kemudian menarik kembali ancamannya. Masa jabatan Jerome Powell sebagai ketua The Fed dijadwalkan berakhir pada Mei 2026.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan tantangan yang dihadapi oleh lembaga independen seperti Federal Reserve dalam menjalankan mandatnya. Ketika politik ikut campur dalam keputusan ekonomi, seringkali muncul ketidakpastian yang dapat mempengaruhi sentimen pasar dan arah kebijakan. Penting bagi bank sentral untuk mempertahankan otonominya demi menjaga stabilitas moneter dan keuangan, terlepas dari tekanan politik yang mungkin datang dari luar. Peristiwa ini juga menegaskan kembali bahwa dalam ranah kepemimpinan, integritas pribadi dan profesional selalu menjadi sorotan tajam.