
Masyarakat Indonesia tercatat sebagai konsumen mikroplastik tertinggi di dunia menurut sebuah penelitian yang terbit di jurnal Environmental Science & Technology. Partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm ini bisa masuk ke tubuh melalui konsumsi makanan dan minuman sehari-hari. Paparan mikroplastik dikaitkan dengan risiko gangguan kesehatan serius seperti penyakit pernapasan, gangguan jantung, hingga beberapa jenis kanker. Rata-rata, setiap orang di Indonesia menghirup atau menelan sekitar 15 gram mikroplastik dalam sebulan.
Ada beberapa produk sehari-hari yang menjadi sumber utama paparan mikroplastik. Salah satunya adalah talenan plastik, yang dapat melepaskan partikel polipropilena saat dipakai memotong makanan. Selain itu, kantong teh celup juga menjadi penyumbang besar karena banyak yang terbuat dari bahan plastik. Air panas yang digunakan untuk menyeduh teh dapat melepaskan jutaan partikel mikroplastik ke dalam minuman tersebut. Wadah es batu plastik juga tidak kalah berisiko, karena proses pembekuan bisa memicu pelepasan mikroplastik ke dalam air.
Penggunaan wadah plastik untuk makanan yang dipanaskan menggunakan microwave ternyata juga berkontribusi besar pada paparan mikroplastik. Penelitian menunjukkan bahwa pemanasan dapat menyebarkan jutaan partikel mikroplastik ke dalam makanan. Gelas kertas untuk minuman panas pun bukan solusi aman, karena lapisan plastiknya bisa melepaskan berbagai senyawa kimia berbahaya. Untuk menghindarinya, penggunaan alternatif seperti wadah stainless steel, saringan logam, atau botol tahan karat bisa menjadi langkah bijak demi menjaga kesehatan dan melindungi lingkungan.
Kebiasaan harian yang tampaknya biasa saja ternyata memiliki dampak besar bagi tubuh dan ekosistem sekitar. Dengan beralih ke produk ramah lingkungan dan bebas plastik, kita tidak hanya melindungi diri dari bahaya mikroplastik, tetapi juga turut menjaga keberlanjutan bumi untuk generasi mendatang. Kesadaran akan pentingnya hidup sehat dan bertanggung jawab terhadap lingkungan harus menjadi prioritas bersama.
