IHSG Terjun Bebas di Tengah Gelombang Demonstrasi Buruh

Situasi pasar saham Indonesia hari ini menunjukkan penurunan drastis, mencerminkan kegelisahan investor di tengah gejolak sosial. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja yang memprihatinkan, tergelincir ke zona merah seiring dengan sentimen negatif yang beredar di pasar. Lebih dari setengah emiten mengalami koreksi, sementara volume transaksi yang tinggi mengindikasikan pelepasan aset secara besar-besaran oleh para pemodal. Peristiwa tragis yang terjadi selama demonstrasi buruh diyakini menjadi salah satu pemicu utama kegoyahan pasar, menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi jangka pendek.

Detail Berita Pasar Keuangan dan Dampak Sosial

Pada Jumat yang kelabu, 29 Agustus 2025, pukul 09.55 waktu setempat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, mencatat penurunan yang mengkhawatirkan. Indeks merosot tajam sebesar 1,03% dari penutupan hari sebelumnya, mencapai level 7.867. Penurunan ini terjadi di tengah rumor akan adanya lanjutan aksi demonstrasi besar-besaran di ibu kota. Data menunjukkan bahwa dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 533 saham mengalami pelemahan, jauh melampaui 101 saham yang berhasil menguat, dengan 316 saham lainnya stagnan.

Volume transaksi pada pagi itu mencapai 16,49 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi sebanyak 765 ribu kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 6,17 triliun. Angka-angka ini mencerminkan aktivitas jual yang agresif oleh investor yang khawatir akan dampak lanjutan dari ketidakstabilan sosial. Peristiwa yang memperkeruh suasana adalah tragedi yang menimpa seorang mitra pengemudi Gojek, Affan Kurniawan, yang dikonfirmasi tewas akibat terlindas mobil taktis Brimob saat demo buruh ricuh pada Kamis malam sebelumnya di Pejompongan. PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) telah mengonfirmasi identitas korban dan menyatakan duka cita mendalam, seraya menegaskan bahwa mereka tengah melakukan verifikasi dan investigasi internal terkait insiden tersebut. Insiden ini, bersama dengan prospek demonstrasi yang berlanjut, diperkirakan akan terus menekan pergerakan IHSG sepanjang hari.

Situasi yang terjadi di pasar saham saat ini memberikan pelajaran berharga tentang interkoneksi antara stabilitas sosial dan kesehatan ekonomi. Gejolak politik atau demonstrasi besar-besaran, yang awalnya tampak sebagai masalah terpisah, ternyata memiliki efek domino yang signifikan terhadap sektor keuangan, khususnya pasar modal. Sebagai investor, penting untuk tidak hanya fokus pada fundamental perusahaan tetapi juga peka terhadap dinamika sosial-politik yang dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan. Di sisi lain, bagi para pembuat kebijakan, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya mengelola situasi sosial dengan bijaksana untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional. Semoga tragedi yang menimpa saudara Affan Kurniawan menjadi pembelajaran agar hak-hak buruh dan keselamatan warga sipil menjadi prioritas utama dalam setiap aksi demonstrasi.