
Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan performa gemilang, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengukir sejarah baru. Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG melonjak sebesar 0,20%, menambahkan 15,9 poin, untuk mencapai level 7.952,09. Angka ini menandai rekor penutupan tertinggi yang pernah dicapai, melampaui pencapaian sebelumnya pada pekan lalu, 20 Agustus 2025. Terlebih lagi, selama sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh puncak intraday di 8.022,76, menunjukkan momentum bullish yang kuat di kalangan investor.
Kinerja positif IHSG ini tidak lepas dari dominasi mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau. Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan impresif 2,55%, diikuti oleh sektor kesehatan yang naik 1,53%, konsumsi 1,39%, dan energi 0,67%. Beberapa saham unggulan turut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan indeks, di antaranya DCI Indonesia (DCII) yang melonjak 6,57% dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang naik 2,26%. Saham-saham perbankan besar seperti BBRI dan BBCA juga turut mendukung pergerakan naik IHSG. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,63 triliun, dengan 44,48 miliar saham berpindah tangan dalam 2,08 juta kali transaksi.
Di tengah euforia pasar saham, kondisi politik dalam negeri juga menjadi perhatian. Aksi demonstrasi buruh nasional di Jakarta, yang melibatkan sekitar 10.000 pekerja, berpotensi memberikan sentimen tersendiri bagi pasar. Meskipun demikian, pasar saham tetap menunjukkan ketahanan. Namun, perlu dicatat bahwa ada tren penjualan bersih oleh investor asing, mencapai Rp 212,5 miliar pada perdagangan terakhir, mengakhiri 11 hari berturut-turut di mana investor asing melakukan pembelian bersih. Beberapa saham yang banyak dilepas oleh investor asing termasuk BBCA, BMRI, ADRO, TLKM, BRMS, dan EMTK, mengindikasikan adanya pergeseran strategi investasi di tengah pencapaian rekor ini.
Pencapaian rekor IHSG ini merupakan cerminan dari kepercayaan dan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia. Meskipun tantangan dan dinamika eksternal tetap ada, kemampuan pasar untuk terus menciptakan nilai dan mencetak rekor menunjukkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal ini menegaskan bahwa dengan strategi yang tepat dan fundamental yang kuat, kita dapat terus melangkah maju menuju kemajuan dan kesejahteraan.
