
Pada hari Selasa, pasar saham Indonesia menunjukkan performa yang sangat impresif, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan ini membawa IHSG mendekati level 7.800, didorong oleh partisipasi aktif investor dan kinerja cemerlang dari beberapa sektor kunci. Antusiasme di pasar domestik mencerminkan optimisme yang berkembang, terutama dengan sinyal positif dari aliran modal asing yang kembali masuk ke Indonesia. Perkembangan ini mengindikasikan prospek yang cerah bagi investasi di pasar modal Indonesia dalam waktu dekat.
Perdagangan saham pada hari itu ditutup dengan IHSG menguat sebesar 2,44%, mencapai angka 7.791,7. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak dalam rentang 7.646,91 hingga 7.800,83. Total 406 saham menunjukkan kenaikan, sementara 264 saham mengalami penurunan, dan 286 saham tidak bergerak. Volume transaksi harian sangat tinggi, mencapai Rp 19,3 triliun, melibatkan 29,13 miliar saham dalam 2,21 juta kali transaksi.
Sektor teknologi menjadi bintang utama pada perdagangan kali ini, melesat hingga 7,08%. Kinerja luar biasa ini diikuti oleh sektor utilitas yang naik 3,64% dan sektor finansial yang menguat 3,54%. Saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan IHSG. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi motor penggerak utama, menyumbang 39,55 poin pada indeks dengan kenaikan 6,3% ke level Rp 4.050, didukung oleh nilai transaksi sebesar Rp 1,61 triliun.
Selain BBRI, saham lain yang turut berkontribusi besar antara lain DCI Indonesia (DCII) yang kembali mencapai batas auto reject atas (ARA) dengan kenaikan 10%, menyumbang 27,23 poin indeks. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga menunjukkan performa solid, naik 6,35% dan memberikan sumbangan 21,65 poin indeks. Saham-saham bank besar lainnya seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga ikut mendorong IHSG, masing-masing dengan kontribusi 16,63 poin dan 5,69 poin.
Aliran dana asing kembali membanjiri pasar saham Indonesia. Sehari sebelumnya, investor asing mencatat pembelian bersih senilai Rp 849,85 miliar, menandai kelanjutan tren pembelian bersih setelah beberapa pekan sebelumnya didominasi penjualan bersih. Survei bulanan dari Bank of America (BofA) melaporkan bahwa 37% manajer investasi global meningkatkan porsi investasi mereka di pasar negara berkembang, mencapai level tertinggi sejak Februari 2023. Peningkatan ini didasari oleh pandangan optimistis terhadap prospek ekonomi Tiongkok dan pelemahan dolar AS. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan lingkungan yang sangat kondusif bagi pertumbuhan pasar saham di negara-negara berkembang.
