Dokter Spesialis Jantung Jelaskan Manfaat Medis Sujud dalam Salat, Tanggapi Isu Viral

Baru-baru ini, sebuah insiden yang menampilkan seorang pria menghembuskan napas terakhirnya saat melaksanakan sujud dalam salat di sebuah masjid di Klaten telah memicu gelombang perbincangan di berbagai platform media sosial. Peristiwa ini melahirkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan bahwa posisi sujud bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah di kepala akibat ketidakstabilan tekanan darah. Namun, kekhawatiran tersebut telah dijawab oleh seorang pakar medis terkemuka yang menegaskan bahwa tindakan sujud, beserta rangkaian gerakan salat lainnya, justru memiliki dampak positif bagi kesehatan dan tidak berisiko seperti yang banyak dikhawatirkan.

Menanggapi kehebohan yang terjadi, dr. Bobby Arfhan Anwar, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang praktik di RS Hermina Depok, dengan tegas membantah anggapan bahwa gerakan sujud atau salat secara keseluruhan membahayakan jantung atau otak. Beliau menjelaskan bahwa tubuh manusia telah dilengkapi dengan sistem yang luar biasa, yaitu baroreseptor, yang berfungsi untuk mengatur jantung dan pembuluh darah agar sirkulasi darah tetap optimal, bahkan ketika terjadi perubahan posisi tubuh secara mendadak, termasuk saat seseorang bersujud.

Lebih lanjut, dr. Bobby memaparkan berbagai keuntungan kesehatan yang bisa diperoleh dari setiap gerakan dalam salat, yang telah terbukti melalui berbagai riset ilmiah. Manfaat-manfaat ini mencakup peningkatan aliran darah menuju otak, yang berperan penting dalam mencegah kondisi seperti demensia dan stroke. Selain itu, salat juga diketahui mampu menurunkan tekanan darah, khususnya tekanan diastolik, serta memperlambat denyut jantung saat melakukan sujud. Tak hanya itu, gerakan-gerakan salat juga berkontribusi dalam menjaga kelenturan sendi dan sistem muskuloskeletal, serta efektif dalam meredakan tingkat stres, memberikan efek menenangkan pada sistem kardiovaskular.

Dokter Bobby juga mengingatkan bahwa salat bukan sekadar aktivitas fisik semata, melainkan sebuah ibadah spiritual. Meskipun demikian, dalam Islam, diberikan kemudahan bagi umatnya untuk tetap dapat menunaikan salat sesuai kemampuan, seperti dengan duduk, berbaring, atau bahkan hanya dengan isyarat mata jika kondisi tidak memungkinkan. Beliau mengakhiri penjelasannya dengan menyatakan bahwa wafat dalam posisi sujud merupakan sebuah kehormatan yang sangat didambakan oleh banyak Muslim. Ini adalah sebuah impian untuk mengakhiri hidup dalam ketaatan dan kondisi terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.