BRI Berhasil Tingkatkan Status Ratusan Ribu UMKM Melalui Penyaluran KUR

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terus menunjukkan perannya yang signifikan dalam perekonomian nasional, terutama dalam mendukung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hingga pertengahan tahun 2025, bank plat merah ini telah mengucurkan dana miliaran rupiah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), tidak hanya memperluas jangkauan pembiayaan tetapi juga berhasil mendorong ratusan ribu pelaku usaha kecil untuk naik tingkat. Pencapaian ini sejalan dengan mandat pemerintah untuk mengalokasikan KUR sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput, dengan fokus pada sektor-sektor produktif.

Herry Gunardi, Direktur Utama BRI, melaporkan bahwa penyaluran KUR telah mencapai angka Rp83,8 triliun per Juni 2025. Dana ini telah menjangkau lebih dari 1,8 juta peminjam di seluruh Indonesia, merupakan bagian dari total alokasi KUR sebesar Rp175 triliun yang ditetapkan oleh pemerintah. Program ini telah menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil, mencapai puncaknya pada tahun 2022 dengan penyaluran sebesar Rp252,24 triliun.

Sektor produktif menjadi prioritas utama dalam penyaluran KUR ini. Herry menjelaskan bahwa sektor pertanian menerima alokasi terbesar, yaitu sebesar Rp31,7 triliun. Angka ini disusul oleh sektor perdagangan, jasa kemasyarakatan, dan industri, menunjukkan keberagaman dukungan BRI terhadap berbagai lini usaha. Fokus pada sektor-sektor ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat daya saing ekonomi lokal.

Salah satu indikator keberhasilan program KUR adalah peningkatan status pelaku UMKM. Pada semester pertama tahun 2025, sebanyak 574.000 nasabah KUR berhasil 'naik kelas', yang berarti mereka telah mengembangkan usaha mereka ke skala yang lebih besar atau memiliki kapasitas finansial yang lebih kuat. Jumlah ini meningkat drastis dari 286.000 nasabah pada kuartal sebelumnya, menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam waktu tiga bulan saja. Kenaikan status ini merupakan bukti nyata efektivitas program KUR dalam membina dan mengembangkan potensi UMKM.

Peningkatan plafon KUR juga menjadi sorotan. Pada kuartal pertama 2025, plafon KUR tercatat sebesar Rp14,9 triliun, kemudian melonjak menjadi Rp31,2 triliun pada kuartal kedua. Ini menunjukkan bahwa kapasitas dan kepercayaan bank dalam menyalurkan pembiayaan kepada UMKM terus bertumbuh. Selain itu, kinerja kredit BRI secara keseluruhan juga positif. Total penyaluran kredit bank mencapai Rp1.416,62 triliun, dengan pertumbuhan 5,97% secara tahunan pada semester I-2025. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM mendominasi dengan porsi 80,32% dari total portofolio kredit.

Kualitas kredit BRI juga menunjukkan perbaikan yang signifikan. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) bruto menurun menjadi 3,23%, sementara NPL net berada pada angka 0,99%. Angka-angka ini mencerminkan manajemen risiko yang efektif dan kesehatan portofolio kredit bank yang semakin membaik. Pencapaian ini tidak hanya mengukuhkan posisi BRI sebagai salah satu pilar utama dalam pembiayaan UMKM di Indonesia, tetapi juga mengindikasikan kontribusinya yang berkelanjutan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Secara keseluruhan, komitmen BRI dalam memperkuat sektor UMKM melalui penyaluran KUR telah membuahkan hasil yang positif, dengan peningkatan jumlah pelaku usaha yang berhasil berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif.