Perombakan Manajemen PGE: Gigih Udi Atmo Resmi Komisaris Utama

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) telah mengambil langkah strategis dalam restrukturisasi kepemimpinannya, menunjuk figur-figur kunci yang diharapkan mampu membawa perusahaan menuju pencapaian target energi hijau yang ambisius. Perubahan ini menjadi cerminan dari komitmen perusahaan dalam mendukung upaya transisi energi nasional, sembari memperkuat fondasi bisnis dan portofolio keberlanjutan. Melalui perombakan ini, PGEO menunjukkan kesiapannya untuk menghadapi tantangan dan peluang di sektor energi terbarukan, dengan harapan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masa depan energi bersih.

Pergeseran dalam komposisi dewan direksi dan komisaris PGEO menandai sebuah era baru bagi perusahaan. Penunjukan Gigih Udi Atmo sebagai Komisaris Utama merupakan keputusan penting yang didasari oleh latar belakang dan keahliannya yang mendalam di bidang energi terbarukan dan kelistrikan. Kepemimpinannya diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan dalam mencapai visi perusahaan untuk ekspansi kapasitas energi panas bumi. Bersamaan dengan itu, masuknya Mohammad Firmansyah sebagai Komisaris Independen juga memperkaya perspektif dan independensi dalam pengambilan keputusan di tingkat dewan, menegaskan komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang baik dan transparan.

Kepemimpinan Baru untuk Akselerasi Transisi Energi

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) telah mengumumkan perubahan penting dalam struktur kepemimpinannya, menandai era baru dalam upaya perusahaan untuk mempercepat transisi energi. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diselenggarakan pada 20 Agustus 2025, Gigih Udi Atmo resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama, menggantikan Sarman Simanjorang. Penunjukan ini diyakini akan memberikan dorongan positif bagi PGEO dalam mendukung agenda pemerintah untuk mengakselerasi transisi energi, dengan fokus pada peningkatan kapasitas terpasang dan penguatan portofolio energi hijau.

Julfi Hadi, Direktur Utama PGEO, menyatakan bahwa penunjukan Gigih Udi Atmo sebagai Komisaris Utama akan memperkuat arah strategis perusahaan, memastikan PGEO tetap berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan kinerja bisnis dan memperkokoh posisinya sebagai pemimpin dalam energi bersih. Selain itu, RUPSLB juga mengangkat Mohammad Firmansyah sebagai Komisaris Independen, sementara Abdulla Zayed yang sebelumnya menjabat Komisaris Independen kini menjadi Komisaris biasa. Gigih Udi Atmo memiliki rekam jejak yang solid di sektor energi terbarukan, dengan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) di bidang Teknik Infrastruktur dan Master of Engineering Project Management dari University of Melbourne. Sebelum penunjukan ini, ia telah menjabat sebagai Komisaris PGE sejak Juli 2024 dan saat ini juga merupakan Direktur Panas Bumi di Ditjen EBTKE Kementerian ESDM. Pengalamannya sebagai Direktur Konservasi Energi dan Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Madya semakin mengukuhkan kapabilitasnya untuk memimpin PGEO dalam mencapai target ambisius, yaitu meningkatkan kapasitas terpasang dari 727 MW menjadi 1 GW dalam dua tahun ke depan, dan mencapai 1,7 GW pada tahun 2034.

Visi Strategis dan Struktur Organisasi Terkini

Dengan adanya perubahan pada jajaran kepemimpinan ini, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menegaskan visinya untuk terus berkembang sebagai pemain kunci dalam pengembangan energi panas bumi di Indonesia. Susunan keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris yang baru dibentuk dengan tujuan untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan, memperkuat tata kelola, dan memastikan tercapainya target-target strategis di masa depan, terutama dalam konteks kontribusi terhadap energi terbarukan nasional.

Susunan lengkap keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris PGEO pasca-RUPSLB adalah sebagai berikut. Untuk Dewan Komisaris, Gigih Udi Atmo menjabat sebagai Komisaris Utama, didampingi oleh Abdul Musawir Yahya dan Mohammad Firmansyah sebagai Komisaris Independen. Abdulla Zayed dan John Eusebius Iwan Anis melengkapi jajaran Komisaris. Di sisi Direksi, Julfi Hadi tetap memegang posisi Direktur Utama. Beliau didukung oleh Edwil Suzandi sebagai Direktur Eksplorasi dan Pengembangan, Ahmad Yani sebagai Direktur Operasi, serta Yurizki Rio sebagai Direktur Keuangan. Kombinasi kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa PGEO menuju pencapaian target peningkatan kapasitas terpasang secara signifikan, mempercepat pengembangan proyek-proyek energi panas bumi, dan pada akhirnya berkontribusi secara substansial terhadap ketahanan energi nasional melalui sumber daya yang berkelanjutan.