
Pada hari Rabu, pergerakan nilai tukar mata uang Indonesia, rupiah, menunjukkan tren penurunan di hadapan dolar Amerika Serikat. Fluktuasi ini terjadi beriringan dengan pengumuman penting dari otoritas moneter nasional mengenai kebijakan suku bunga. Penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral menjadi sorotan utama, menimbulkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap stabilitas mata uang domestik serta arah kebijakan ekonomi ke depan.
Berdasarkan data dari Refinitiv, mata uang Garuda mengakhiri perdagangan dengan pelemahan tipis sebesar 0,18%, menetap pada angka Rp16.265 per dolar AS. Pergerakan sepanjang hari menunjukkan volatilitas yang signifikan; pagi hari dibuka di level Rp16.310 per dolar AS, mencerminkan pelemahan awal sebesar 0,47%. Namun, situasi sedikit membaik seiring dengan informasi mengenai langkah pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia, yang diumumkan menjelang penutupan pasar.
Pada saat yang sama, indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis 0,07%, mencapai level 98,33 pada pukul 15.00 WIB. Pelemahan rupiah yang kemudian sedikit mereda ini terkait erat dengan keputusan Bank Indonesia untuk kembali menurunkan suku bunga acuan atau BI rate. Penurunan sebesar 25 basis poin (bps) ini membawa suku bunga menjadi 5,00%. Selain itu, suku bunga Deposit Facility juga disesuaikan menjadi 4,25%, dan Lending Facility menjadi 5,75%.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian suku bunga ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah untuk tahun 2025 dan 2026. Langkah ini juga dimaksudkan untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan mendukung upaya mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Beliau juga menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus memantau ruang bagi potensi penurunan suku bunga acuan di masa mendatang, dengan mempertimbangkan perkiraan inflasi yang rendah dan stabilitas nilai tukar.
Ini merupakan kelanjutan dari kebijakan penurunan suku bunga yang telah dilakukan Bank Indonesia pada bulan Juli sebelumnya. Secara keseluruhan, sepanjang tahun 2025, Bank Indonesia telah melakukan pemangkasan suku bunga acuan total sebesar 100 basis poin. Kebijakan ini menegaskan prioritas bank sentral dalam menjaga stabilitas ekonomi makro sembari mendukung pertumbuhan di tengah kondisi global yang dinamis.
