Axiata Melepas Sebagian Saham Link Net, Surge Dikabarkan Membidik Akuisisi

Pada akhir Agustus 2025, Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. (AII) telah mengumumkan pengurangan signifikan dalam kepemilikan sahamnya di PT Link Net Tbk (LINK), penyedia layanan internet kabel terkemuka. Langkah ini melibatkan penjualan sekitar 136,20 juta saham, yang secara efektif mengurangi porsi kepemilikan AII dari 75,42% menjadi 70,66% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Penjualan ini sejalan dengan restrukturisasi portofolio regional Axiata Group, yang sebelumnya mengakuisisi Link Net pada tahun 2022 dari Lippo Group dengan nilai akuisisi mencapai US$500 juta. Meskipun pengurangan kepemilikan saham ini terjadi, manajemen LINK meyakinkan bahwa transaksi tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun keberlanjutan bisnis perusahaan.

Di tengah pergerakan saham Axiata tersebut, muncul kabar santer mengenai ketertarikan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), yang juga dikenal sebagai Surge dan terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, untuk mengambil alih saham Link Net yang dilepas oleh Axiata. Informasi dari sumber terkemuka, DealStreetAsia, menyebutkan bahwa Surge dan I Squared Capital yang berbasis di Amerika Serikat (AS) merupakan calon pembeli utama dalam potensi transaksi ini, dengan UBS bertindak sebagai penasihat penjualan. Jika kesepakatan ini terealisasi, nilainya diperkirakan akan melampaui US$1 miliar, menjadikannya salah satu akuisisi infrastruktur digital terbesar di Asia Tenggara tahun ini. Sebelumnya, Grup Salim dan Sinar Mas juga dikabarkan menunjukkan minat, meskipun hal ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Kabar mengenai potensi akuisisi ini muncul di saat Surge (WIFI) menunjukkan kinerja keuangan yang mengesankan. Berdasarkan laporan keuangan terbaru, laba bersih perusahaan tercatat melonjak 153,62% secara tahunan (yoy) hingga Juni 2025, mencapai Rp227,77 miliar, naik signifikan dari Rp89,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan Surge juga mengalami peningkatan sebesar 66,17% menjadi Rp513,46 miliar, didorong oleh kontribusi besar dari segmen iklan, bandwidth, dan sewa inti. Meskipun pendapatan meningkat, beban pokok perusahaan tercatat membaik, menunjukkan efisiensi operasional. Posisi aset Surge pada akhir tahun tercatat sebesar Rp5,25 triliun, meningkat dari Rp2,9 triliun tahun sebelumnya, dengan liabilitas sebesar Rp3,06 triliun dan ekuitas Rp2,2 triliun.

Pelepasan sebagian saham Link Net oleh Axiata Investments (Indonesia) menunjukkan dinamika pasar telekomunikasi dan internet yang terus berkembang, di mana konsolidasi dan perubahan kepemilikan menjadi hal yang lumrah. Potensi akuisisi oleh Surge (WIFI) mencerminkan strategi ekspansi perusahaan dalam memperkuat posisinya di sektor infrastruktur digital, didukung oleh pertumbuhan finansial yang kuat. Transaksi ini tidak hanya berpotensi membentuk kembali lanskap penyedia layanan internet di Indonesia, tetapi juga menarik perhatian investor global terhadap peluang investasi di pasar Asia Tenggara.