
Terungkapnya Kekayaan Para Pejabat di Tengah Amuk Massa: Sebuah Sorotan Tajam
Insiden Penjarahan Rumah Anggota Dewan yang Mengguncang Publik
Pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, kediaman dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Eko Patrio dan Uya Kuya, menjadi pusat perhatian publik setelah diserbu oleh massa. Kejadian ini menyusul insiden serupa yang sebelumnya menimpa rumah Ahmad Sahroni di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rekaman video yang beredar luas di berbagai platform media sosial menunjukkan kerumunan warga memasuki dan menjarah barang-barang dari rumah Eko Patrio di Jalan Denpasar Raya, Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Pemandangan serupa juga terjadi di kediaman Uya Kuya, di mana massa terlihat merusak pagar dan bagian dalam rumah.
Permintaan Maaf dan Konsekuensi Atas Keresahan Publik
Menyikapi insiden yang menimbulkan keresahan di masyarakat, Eko Patrio dan Uya Kuya telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada warga. Tindakan mereka sebelumnya yang dianggap meresahkan publik menjadi pemicu kemarahan massa, yang kemudian berujung pada penyerbuan rumah-rumah pribadi mereka. Insiden ini menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas para pejabat publik, serta dampak langsung dari tindakan mereka terhadap opini dan reaksi masyarakat.
Profil Kekayaan Eko Patrio: Aset Properti yang Mengesankan
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang terakhir diperbarui pada 2 September 2024, Eko Patrio tercatat memiliki total kekayaan bersih senilai Rp 131,52 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp 51,47 miliar. Mayoritas asetnya terdiri dari properti berupa tanah dan bangunan dengan nilai total mencapai Rp 166,03 miliar. Properti termahal yang dimilikinya berada di Jakarta Selatan, berupa tanah seluas 694 meter persegi dan bangunan seluas 500 meter persegi senilai Rp 70 miliar. Selain itu, ia juga memiliki empat properti lain di Jakarta Timur dengan total nilai Rp 52 miliar, serta sejumlah properti di Bogor dan Nganjuk. Eko Patrio juga melaporkan kepemilikan enam unit kendaraan roda empat senilai hampir Rp 6 miliar, serta kas dan setara kas sebesar Rp 8,44 miliar, dan harta bergerak lainnya senilai Rp 1,21 miliar.
Profil Kekayaan Uya Kuya: Portofolio Aset Beragam Termasuk di Luar Negeri
Sementara itu, data LHKPN per 28 September 2025 menunjukkan bahwa Uya Kuya memiliki total kekayaan bersih sebesar Rp 75,59 miliar setelah dikurangi utang sebesar Rp 1,17 miliar. Sebagian besar kekayaannya berupa aset tanah dan bangunan senilai total Rp 51,5 miliar. Aset properti termahal yang dimilikinya berada di Amerika Serikat, yaitu tanah seluas 524 meter persegi dengan bangunan seluas 126 meter persegi senilai Rp 15 miliar, meskipun rincian lokasi spesifiknya tidak disebutkan. Uya Kuya juga memiliki lima properti di Jakarta Timur dengan total nilai Rp 21 miliar dan tiga properti di Jakarta Selatan senilai Rp 15,5 miliar. Selain properti, ia juga melaporkan kepemilikan delapan unit kendaraan roda empat senilai hampir Rp 4,31 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp 15,28 miliar, serta harta bergerak lainnya senilai Rp 2,86 miliar.
