El Salvador Tingkatkan Keamanan Aset Bitcoin dengan Diversifikasi Alamat Penyimpanan

El Salvador, sebagai negara pertama yang secara resmi mengesahkan Bitcoin sebagai alat pembayaran, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk melakukan perubahan signifikan dalam pengelolaan aset digitalnya. Negara tersebut akan memindahkan seluruh cadangan Bitcoinnya, yang sebelumnya terkonsolidasi dalam satu alamat tunggal, ke berbagai alamat penyimpanan yang berbeda. Tindakan ini merupakan bagian dari strategi yang diprakarsai oleh pemerintah Presiden Nayib Bukele, dengan tujuan utama untuk memperkuat keamanan aset kripto nasional.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, Kantor Bitcoin Nasional El Salvador telah mengonfirmasi melalui platform media sosial X bahwa setiap alamat baru akan menyimpan hingga 500 Bitcoin, setara dengan sekitar Rp 895 miliar. Selain itu, untuk memastikan akuntabilitas dan kepercayaan publik, sebuah dasbor akan diluncurkan. Dasbor ini akan memungkinkan masyarakat untuk memantau secara transparan total saldo Bitcoin yang tersebar di semua alamat penyimpanan yang berbeda. Langkah ini menunjukkan komitmen El Salvador terhadap inovasi dan keamanan dalam ekosistem aset digital.

Sepanjang beberapa tahun terakhir, El Salvador telah secara konsisten memperkuat posisinya di dunia Bitcoin, dengan total kepemilikan yang mencapai sekitar US$682 juta (sekitar Rp 11,18 triliun). Upaya ini juga mencakup pengembangan proyek ambisius seperti Bitcoin City, yang dirancang sebagai kota pintar yang beroperasi sepenuhnya dengan energi panas bumi untuk mendukung infrastruktur dan kegiatan penambangan Bitcoin. Selain itu, negara ini juga telah mengoperasikan ATM Bitcoin dan berencana untuk meluncurkan Bank Bitcoin pertama di dunia, menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat inovasi kripto global.

Langkah El Salvador untuk mendistribusikan cadangan Bitcoin ke beberapa alamat dan meningkatkan transparansi melalui dasbor publik merupakan contoh yang patut dicontoh. Ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang proaktif dan berorientasi pada keamanan, suatu negara dapat memanfaatkan potensi teknologi baru seperti Bitcoin untuk kemajuan ekonomi dan peningkatan kepercayaan publik. Ini adalah bukti bahwa inovasi dan tanggung jawab dapat berjalan seiring, menciptakan masa depan yang lebih cerah dan terbuka bagi semua.