Arus Keluar Modal Asing Menekan Saham BCA

Pasar saham Indonesia kembali diwarnai dinamika menarik, di mana arus modal asing menunjukkan tanda-tanda perubahan signifikan. Setelah rentetan hari dengan pembelian bersih yang agresif, kini investor luar negeri mulai mengalihkan strategi mereka, memicu aksi jual yang berpotensi memengaruhi pergerakan indeks secara keseluruhan.

Ketika Investor Global Membalik Arah: Tantangan Baru di Pasar Saham Domestik

Perubahan Sentimen Investor Asing di Bursa Saham

Tren investasi asing di pasar saham Indonesia telah berbalik arah. Setelah sebelas hari berturut-turut mencatatkan pembelian bersih yang kuat, perdagangan terbaru menunjukkan dominasi aksi jual oleh investor asing. Hal ini menandai pertama kalinya penjualan bersih terjadi dalam tiga minggu terakhir, dengan total nilai mencapai Rp 212,6 miliar.

Saham Perbankan Besar Jadi Target Pelepasan Utama

Dalam pergeseran ini, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi fokus utama pelepasan oleh investor asing, dengan nilai penjualan bersih mencapai Rp 336 miliar. Jumlah ini jauh melampaui saham-saham lain dalam daftar sepuluh teratas dengan penjualan bersih asing tertinggi. Setelah BBCA, saham Bank Mandiri (BMRI) juga mengalami penjualan bersih yang signifikan, sebesar Rp 98,9 miliar, diikuti oleh emiten pertambangan Alamtri Resources (ADRO) dengan Rp 72,1 miliar. Saham-saham lain yang turut menjadi target penjualan asing termasuk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Wir Asia Tbk (WIRG), PT Bank Mega Tbk (MEGA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Indeks Saham Gabungan Tetap Perkasa di Tengah Fluktuasi

Meskipun terjadi tekanan jual dari investor asing, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan di zona positif, naik 0,38% atau 30 poin, menutup sesi di level 7.936,17. Angka ini hanya selisih 7 poin dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) IHSG yang tercatat pada 7.943,82 pada tanggal 20 Agustus 2025. Perdagangan hari itu mencatat 335 saham naik, 327 turun, dan 142 tidak bergerak, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 20,21 triliun dan 40,69 miliar saham berpindah tangan dalam 2,30 juta transaksi.