Unit Usaha Syariah BTN Tunjukkan Kinerja Mengesankan Jelang Transformasi Menjadi Bank Syariah Nasional

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah mencapai tonggak sejarah penting dengan kinerja finansial yang kuat, selaras dengan rencana strategisnya untuk bertransformasi menjadi Bank Syariah Nasional (BSN). Persetujuan merger dengan PT Bank Victoria Syariah (BVIS) telah mengukuhkan posisi mereka dalam industri perbankan syariah Indonesia. Dengan proyeksi aset gabungan yang substansial, BSN diharapkan menjadi kekuatan dominan kedua di sektor ini, menunjukkan komitmen terhadap pertumbuhan dan inovasi keuangan syariah di Indonesia.

Rincian Terkini: Unit Bisnis Syariah BTN Menuju Bank Syariah Nasional

Di jantung ibu kota, Jakarta, pada tanggal 28 Agustus 2025, terungkap sebuah babak baru yang menjanjikan bagi Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. UUS BTN, yang kini telah mengantongi restu Otoritas Jasa Keuangan dan seluruh pemegang saham, sedang bersiap diri untuk sebuah langkah korporasi monumental: merger dengan PT Bank Victoria Syariah. Entitas gabungan ini, yang nantinya akan menyandang nama Bank Syariah Nasional (BSN), diharapkan menjadi salah satu pilar utama dalam lanskap perbankan syariah di Indonesia.

Kinerja UUS BTN sendiri telah menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. Pada paruh pertama tahun 2025, UUS BTN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 401 miliar. Angka ini mencerminkan peningkatan yang solid, yakni 8,3% secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 370 miliar. Peningkatan laba ini didukung oleh pertumbuhan pembiayaan yang mencapai Rp 48,46 triliun, melonjak 17,0% secara tahunan dari Rp 41,41 triliun pada semester I-2024. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tidak kalah gemilang, tumbuh 19,8% secara tahunan menjadi Rp 55,23 triliun. Alhasil, total aset UUS BTN kini mencapai Rp 65,56 triliun, menunjukkan pertumbuhan yang sehat sebesar 18,0% dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama BTN, Bapak Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan era baru bagi BTN Syariah. Ia mengungkapkan bahwa proses spin-off, yang puncaknya ditandai dengan penggabungan usaha ini, dapat terwujud berkat dukungan penuh dari para pemegang saham, regulator, dan masyarakat luas. Akuisisi PT Bank Victoria Syariah (BVIS) telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BVIS pada tanggal 20 Agustus 2025. Dengan aset BVIS sebesar Rp 1,11 triliun pada semester I-2025, potensi total aset BSN diperkirakan akan mencapai Rp 66,67 triliun. Dengan demikian, BSN berpotensi menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia, setelah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Pandangan Masa Depan: Membangun Kekuatan Baru dalam Perbankan Syariah

Langkah strategis yang diambil oleh BTN untuk menyatukan UUS-nya dengan Bank Victoria Syariah dan membentuk Bank Syariah Nasional ini adalah sebuah inspirasi. Ini menunjukkan visi yang jelas dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia, serta keberanian untuk berinvestasi dalam potensi besar yang dimilikinya. Pembentukan BSN tidak hanya akan menciptakan entitas keuangan yang lebih besar dan kuat, tetapi juga berpotensi membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat yang mencari layanan perbankan sesuai prinsip syariah. Ini adalah cerminan dari komitmen yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi syariah dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam keuangan syariah global.