
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menggarisbawahi perlunya pendekatan terintegrasi untuk memperkuat fundamental ekonomi negara. Strategi ini, yang dikenal sebagai 'Indonesia Incorporated', melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari sektor pemerintahan, pelaku usaha, hingga media dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tujuannya adalah untuk menciptakan sinergi yang kuat demi menghadapi tantangan ekonomi dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan. Inisiatif ini mencerminkan visi kepemimpinan yang melihat kolaborasi sebagai kunci utama dalam membangun fondasi ekonomi yang kokoh dan berdaya saing.
Pemerintah juga menunjukkan komitmennya dalam mengoptimalkan sektor industri, dengan penekanan khusus pada peningkatan kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja. Langkah-langkah konkret telah diambil untuk memastikan bahwa industri dalam negeri dapat berkembang optimal, memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, serta menjaga stabilitas ekonomi. Fokus pada penguatan industri ini diharapkan dapat menciptakan efek domino positif yang akan terasa di seluruh rantai ekonomi, memperkuat struktur ekonomi nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Ekonomi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa menjaga stabilitas dan ketahanan ekonomi nasional memerlukan strategi kolaboratif yang menyeluruh. Konsep 'Indonesia Incorporated' yang diusungnya bertujuan untuk menyatukan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pengusaha, media, dan UMKM, dalam upaya bersama memperkuat fondasi ekonomi. Inisiatif ini tidak hanya sekadar slogan, melainkan sebuah panggilan untuk bertindak bersama, di mana setiap komponen memiliki peran krusial dalam membangun ketahanan ekonomi yang tangguh terhadap berbagai gejolak. Dengan demikian, semua pihak diharapkan dapat bekerja selaras demi tujuan bersama, yaitu menjaga perekonomian Indonesia tetap stabil dan berkembang.
Pemerintah telah memberikan penekanan khusus pada penguatan sektor industri sebagai pilar utama ketahanan ekonomi. Airlangga menekankan bahwa peningkatan permintaan domestik merupakan faktor esensial untuk mendorong pertumbuhan industri dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Oleh karena itu, berbagai kebijakan pro-industri sedang digalakkan. Selain itu, upaya peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga menjadi prioritas, dengan kuota yang diperluas untuk memberikan akses permodalan yang lebih besar kepada UMKM. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat pergerakan roda ekonomi di tingkat akar rumput, memicu inovasi, dan meningkatkan daya saing produk-produk lokal di pasar domestik maupun internasional.
Investasi Strategis untuk Pertumbuhan Industri
Pemerintah terus memperlihatkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor industri, khususnya melalui berbagai program pembiayaan yang berpihak pada industri padat karya. Komitmen ini tidak hanya sebatas wacana, melainkan diwujudkan dalam bentuk alokasi dana yang signifikan untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan sektor-sektor strategis. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, di mana industri dapat berkembang, menyerap tenaga kerja, dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Sebagai bentuk konkret dukungan, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 20 triliun untuk program Kredit Investasi Padat Karya pada tahun 2025. Dana ini ditujukan untuk menyelamatkan dan memperkuat berbagai industri padat karya yang memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, seperti industri tekstil, pakaian jadi, makanan dan minuman, furnitur, kulit, serta alas kaki. Program ini diharapkan dapat mendorong investasi jangka panjang di sektor-sektor tersebut, meningkatkan kapasitas produksi, serta menjaga kesinambungan operasional perusahaan. Dengan adanya suntikan dana ini, industri-industri tersebut diharapkan mampu berinovasi, memperluas jangkauan pasar, dan pada akhirnya memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
