WIKA Tegaskan Komitmen Penyehatan dan Transformasi di Tengah Tantangan Pasar

Di tengah dinamika pasar konstruksi, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, atau yang akrab disapa WIKA, terus menunjukkan ketangguhannya melalui serangkaian upaya strategis. Perusahaan pelat merah ini baru-baru ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Rapat Umum Pemegang Sukuk (RUPSU) sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitasnya kepada para pemangku kepentingan. Pertemuan penting ini menjadi panggung bagi WIKA untuk menegaskan kembali komitmennya terhadap penyehatan kondisi finansial dan akselerasi transformasi bisnisnya, meskipun dihadapkan pada tantangan yang tidak ringan.

Detail Rapat Penting dan Arah Transformasi Perusahaan

Pada suatu sore yang cerah di Jakarta, tepatnya tanggal 1 September 2025, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mengadakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dan Sukuk (RUPSU) secara beruntun. Rapat ini meliputi pembahasan atas Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020, Obligasi dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap I Tahun 2021, Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022, serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022. Inti dari agenda pertemuan tersebut adalah permintaan persetujuan pengesampingan pemenuhan rasio keuangan, termasuk current ratio, gearing ratio, dan interest service coverage ratio, yang tercantum dalam Laporan Keuangan tahun 2023 dan 2024. Selain itu, nasib Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Wijaya Karya Tahap II Tahun 2022 seri A yang akan jatuh tempo pada 18 Februari 2025 juga menjadi sorotan utama.

Sayangnya, kedua rapat tersebut belum berhasil mencapai kuorum persetujuan dari para pemegang Obligasi dan Sukuk, sehingga keputusan belum dapat diambil. Meskipun demikian, Corporate Secretary WIKA, Bapak Ngatemin, dengan lugas menyatakan bahwa perseroan tidak akan tinggal diam. WIKA bertekad untuk terus menjalin komunikasi dan diskusi intensif dengan para pemegang obligasi, sukuk, serta wali amanat. Tujuannya adalah untuk menemukan titik temu dan mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh seluruh pihak yang berkepentingan. Beliau juga menekankan bahwa hingga saat ini, WIKA secara konsisten memenuhi pembayaran kupon dan imbal hasil sesuai dengan nilai dan jadwal yang telah disepakati bersama, menunjukkan tanggung jawab finansial perusahaan.

Lebih lanjut, Bapak Ngatemin memaparkan bahwa WIKA sedang giat-giatnya melaksanakan upaya transformasi melalui delapan substream penyehatan. Langkah-langkah ini mencakup restrukturisasi keuangan yang cermat, peningkatan tata kelola perusahaan yang transparan, penguatan manajemen risiko, percepatan periode penagihan, pengurangan biaya operasional, serta perbaikan portofolio order book perusahaan. Berkat dedikasi dan implementasi strategi ini, WIKA telah berhasil mencatatkan hasil yang menjanjikan, termasuk penurunan utang berbunga sekitar Rp2,65 triliun dan pengurangan utang usaha sebesar Rp660 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ini adalah bukti nyata dari efektivitas langkah-langkah penyehatan yang telah diterapkan.

Dalam pernyataannya yang penuh keyakinan, Bapak Ngatemin menegaskan bahwa WIKA akan senantiasa menjaga kepercayaan investor, memperkokoh struktur permodalan, dan meningkatkan daya saing perusahaan di kancah nasional maupun internasional. Beliau menambahkan bahwa fondasi kuat yang dibangun melalui langkah penyehatan ini akan menjadi pilar utama bagi keberlanjutan bisnis WIKA, sekaligus memastikan bahwa perusahaan dapat terus memberikan kontribusi terbaiknya dalam pembangunan negara.

Sebagai seorang pengamat industri, saya melihat bahwa langkah-langkah proaktif yang diambil oleh WIKA di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan ini patut diapresiasi. Meskipun belum tercapai kesepakatan dalam RUPO dan RUPSU, komitmen perusahaan untuk terus berdialog dan mencari solusi terbaik menunjukkan kematangan dan tanggung jawab manajemen. Penurunan utang dan upaya transformasi fundamental adalah sinyal positif bagi investor dan seluruh pemangku kepentingan. Ini membuktikan bahwa WIKA tidak hanya berfokus pada kelangsungan operasional semata, tetapi juga pada pembangunan fondasi yang lebih kokoh untuk pertumbuhan jangka panjang. Kejujuran dalam menyampaikan kondisi keuangan dan keterbukaan untuk bernegosiasi akan menjadi kunci dalam memulihkan dan membangun kepercayaan pasar. Ini adalah pelajaran berharga tentang pentingnya adaptasi dan inovasi dalam menghadapi gejolak ekonomi.