Suspensi Saham JARR, PSKT, dan UANG Dibuka BEI, Perdagangan Kembali Normal

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah secara resmi mencabut pembekuan perdagangan untuk tiga saham perusahaan pada hari Kamis. Di antara ketiganya, terdapat saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), yang dikenal terkait dengan Haji Isam. Dua emiten lainnya adalah PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) dan PT Pakuan Tbk (UANG). Tindakan pencabutan suspensi ini memungkinkan ketiga saham tersebut untuk kembali diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai, menandai kembalinya aktivitas perdagangan yang normal setelah periode pembekuan.

Keputusan BEI untuk membuka kembali perdagangan saham-saham ini biasanya didasarkan pada pemenuhan kewajiban transparansi informasi oleh perusahaan terkait, atau setelah penilaian bursa menunjukkan bahwa kondisi pasar untuk saham-saham tersebut telah kembali stabil. Sebelumnya, saham JARR dan PSKT ditangguhkan pada 26 Agustus 2025, sementara UANG telah mengalami pembekuan perdagangan sejak 20 Agustus 2025. Dengan dicabutnya suspensi ini, para investor kini memiliki kesempatan untuk kembali melakukan transaksi jual beli atas ketiga saham tersebut di bursa.

Data menunjukkan bahwa dalam sebulan terakhir, JARR telah mencatat kenaikan signifikan sebesar 206,19% mencapai level 1.335, dan sepanjang tahun ini, sahamnya melonjak 292,65%. Begitu pula dengan PSKT yang melonjak 200% dalam sebulan terakhir dan 280% sepanjang tahun berjalan. Sementara itu, meskipun UANG hanya naik 5,6% sepanjang tahun berjalan, sahamnya mengalami lonjakan sebesar 230% dalam sebulan terakhir, mencapai level 660. Kinerja impresif ini menunjukkan minat pasar yang kuat terhadap saham-saham tersebut.

Pembukaan kembali perdagangan saham-saham yang sempat disuspensi ini tidak hanya menandai pulihnya kepercayaan pasar, tetapi juga menegaskan pentingnya transparansi dan kepatuhan dalam dunia investasi. Kondisi ini memberikan harapan bagi para pelaku pasar untuk terus berpartisipasi aktif dalam ekonomi, menunjukkan bahwa dengan informasi yang akurat dan pengelolaan yang baik, pasar modal dapat menjadi instrumen yang dinamis dan berpotensi memberikan keuntungan yang signifikan bagi semua pihak yang terlibat.